• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Makna Pelantikan Bagi Pramuka Pengalang

Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara dalam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang pramuka atas prestasi yang dicapainya.

Makna Pelantikan Bagi Pramuka Pengalang

1.Tujuan upacara pelantikan

Upacara pelantikan bertujuan agar para pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh pembinanya dalam upaya membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan YME, peduli pada: tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan serta peduli pada dirinya sendiri dengan berpedoman pada satya dan darma pramuka.

2. Setiap upacara dalam Gerakan Pramuka merupakan alat pendidikan dan bukan sebagai alat untuk memperoleh kepuasan.

3. Pelantikan hendaknya dilakukan secara khidmat, sehingga memberikan makna bagi yang dilantik, bagi yang melantik, dan bagi seluruh peserta upacara maupun yang menyaksikan upacara tersebut.

4. Makna Pelantikan Bagi Penggalang

a.  Pelantikan adalah sebagai peneguhan jiwa, sekaligus sebagai benteng pertahanan mental bagi penggalang untuk tidak larut ke dalam hingar-bingarnya kegembiraan yang menyesatkan mental remaja.

b.  Bagaimanapun juga pelantikan memberikan rasa kebanggaan bagi diri yang dilantik.

c. Setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban (menyelesaikan SKU, SKK, SPG dan lainya) dengan baik, para pramuka penggalang masih merasa perlu berusaha agar prestasinya tersebut mendapat pengakuan dan pengesahan dari lingkungannya, dengan melewati upacara pelantikan.

d. Mempertalikan gugusdepan dengan orang-tua peserta didik, karena dalam pelantikan biasanya orang tua diundang, bahkan diminta menyematkan tanda pelantikan.

e. Memberikan motivasi kepada penggalang yang belum dilantik untuk meningkatkan kemampuan diri dan meraih jenjang yang lebih tinggi.

f. Menarik simpati keluarga yang dilantik, sehingga diharapkan orang-tua, dan saudara-saudara yang dilantik senang kepada Gerakan Pramuka, dan menghargai aktivitasnya. 

Upacara  pelantikan yang dilaksanakan dengan tertib khidmat akan dapat membuka hati yang bersangkutan dan pada saat itu Pembina dapat memanfaatkan peristiwa tersebut sebagai media untuk mendidik ketahanan spiritual , phisik, intelektual, emosional dan sosial.Write Comment (2 comments)
Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka Hasil Munas 2013
Write Comment (3 comments)
PDKMK sebagai Norma Hidup dan suatu Sistem
              PENDAHULUAN

1.   Prinsip Dasar Kepramukaan  adalah asas yang  mendasari dasar pikiran, perkataan dan perbuatan pramuka dalam kehidupannya sehari-hari.

2.   Prinsip Dasar Kepramukaan adalah landasan yang mendasari setiap kegiatan kepramukaan dalam upaya membina watak peserta didik.

3.   Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dengan jenis pendidikan lainnya.

4.   Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif, efektif dan efesien, yang bersifat universal karena digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di semua negara, yang penerapannya disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, kondisi, perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia.

 

NORMA HIDUP DAN SEBAGAI SUATU SISTEM

1.  Komponen-komponen dalam proses penyelenggaraan pendidikan Kepramukaan, di antaranya:

a.     Tujuan Kepramukaan.

b.     Prinsip Dasar Kepramukaan.

c.      Metode Kepramukaan.

d.     Kegiatan yang menarik, menyenangkan dan menantang bagi peserta didik.

e.     Alam terbuka dan sarana yang aman.

f.      Kaum muda sebagai subyek pendidikan.

g.     Pembina sebagai mitra didik.

2.   Prinsip Dasar Kepramukaan harus diupayakan dididikkan oleh Pembina Pramuka kepada peserta didik agar secara sukarela mereka memilikinya, dan secara berangsur-angsur dapat mempengaruhi jiwa mereka dalam bersikap dan bertindak pada kehidupan mereka sehari-hari, baik sebagai makhluk Tuhan, individu, maupun sebagai anggota masyarakat dan lingkungannya.

3.   Dengan menghayati isi Prinsip Dasar Kepramukaan  maka jiwa peserta didik akan tertanam:

a.   Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

      dengan meningkatkan keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai dengan tata cara agama yang dipeluknya dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

b.   Peduli terhadap Bangsa dan Tanah Air, sesama hidup dan alam se isinya;

1)   mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dan saling membutuhkan dengan makhluk lain khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip perikemanusiaan yang adil dan beradab;

2)   bertanggungjawab, menghormati keberadaan setiap orang, berperan aktif dan konstruktif dalam masyarakat, siap menolong saat dibutuhkan;

3)   menyadari bahwa diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai;

4)   merasa memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5)   menyadari bahwa manusia memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya, karena itu merasa wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya, dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.

c.   Peduli terhadap dirinya sendiri

      Dengan diperankannya peserta sebagai subyek pendidikan, diharapkan memiliki motivasi diri bahwa mereka harus selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dibidang mental/spiritual, moral, intelektual, fisik, sosial dan emosionalnya agar dapat mengambil peran aktif dalam kehidupannya di masyarakat, bangsa dan negara.

d.   Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

      Kode Kehormatan Pramuka merupakan janji dan ketentuan moral Pramuka yang wajib ditepati dan diamalkan setiap hari dalam kehidupannya, setelah dengan sukarela dan penuh kesadaran diucapkan oleh seorang Pramuka.

4.   Prinsip Dasar Kepramukaan dengan demikian merupakan seperangkat sikap jiwa yang dimiliki Pramuka dan akan merupakan tata nilai dan norma hidup seorang Pramuka dalam bertingkah laku dan perbuatannya sehari-hari baik sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, individu dan anggota masyarakat.

5.   Cara mendidikkan Prinsip Dasar Kepramukaan

a.   Setiap acara kegiatan hendaknya disusun dengan tema tertentu yang bersumber pada Prinsip Dasar Kepramukaan, sehingga setelah selesai bergiat dengan bantuan   Pembina, para Pramuka menemukan apa tema kegiatan tersebut serta apa pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa Pramuka.

b.   Pembina Pramuka hendaknya dapat menentukan metode yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan, karena dengan menggunakan metode yang tepat peserta didik akan dapat melaksanakan kegiatan dengan penuh kegairahan, di samping itu berdampak timbulnya pemahaman dan penghayatan terhadap Prinsip Dasar Kepramukaan.

c.   Lewat kegiatan yang menarik, menyenangkan dan menantang yang dilaksanakan di alam terbuka akan sangat membantu pembina untuk menanamkan Prinsip Dasar Kepramukaan kepada para peserta didik.

6.   Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui:

a.   Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.

b.   Belajar sambil melakukan.

c.   Sistem berkelompok.

d.   Kegiatan yang menantang dan mengikat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik.

e.   Kegiatan di alam terbuka.

f.    Sistem tanda kecakapan.

g.   Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri.

h.   Sistem Among.

7.   Metode Kepramukaan tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PD&MK) diterapkan secara terpadu.  Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka.

8.   Metode Kepramukaan merupakan suatu sistem yang terdiri atas 8 (delapan) unsur (a s/d h tersebut di atas) yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan Gerakan Pramuka. 

a.   Kode Kehormatan Pramuka

      Kode Kehormatan Pramuka, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan merupakan unsur sentral Metode Kepramukaan.  Sebagai unsur sentral dalam Metode Kepramukaan berarti bahwa kode kehormatan yang terdiri dari Satya dan Darma Pramuka berfungsi sebagai pengendali penerapan unsur-unsur lain dalam setiap kegiatan peserta didik.  Sikap laku, budi pekerti peserta didik terbina selama proses kegiatan berlangsung. Dengan demikian sasaran pemantapan moral dicapai melalui proses pendidikan praktis yang berkesinambungan.  Sebagai alat pendidikan, penerapan Kode Kehormatan dalam Metode Kepramukaan pada hakekatnya merupakan cara belajar sambil melakukan/berbuat dalam rangka pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.

b.   Belajar Sambil Melakukan

      Belajar sambil melakukan, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan, dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik dalam setiap kegiatan untuk berkreasi, berinovasi, berpraktek, bereksperimen, sebagai cara membantu peserta didik mengembangkan diri secara mandiri baik mental/moral/spiritual, fisik, intelektual, emosional maupun sosial.  Kaum muda itu secara alamiah berkeinginan untuk beraksi, menantang, mencoba melalui kepramukaan.  Energi mereka disalurkan, dan kepada mereka diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi, penelitian, pengkajian.  Dengan belajar sambil melakukan mendorong kaum muda untuk secara aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berdampak pada dirinya, membantu mereka untuk memberdayakan potensinya berperan sebagai pelaku, bukan sebagai penonton dalam masyarakat.

c.   Sistem Beregu

1)   Sistem beregu sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan merupakan cara memberdayakan kecenderungan alamiah kaum muda berkelompok dan menciptakan suasana lingkungan yang disenanginya.  Kecenderungan ini dalam kepramukaan digunakan sebagai alat untuk menyalurkan pengaruh-pengaruh penting atas kaum muda ke arah yang konstruktif.

2)   Dalam Kepramukaan, peserta didik yang sebaya di kelompokkan dalam satuan kecil (barung, regu, sangga) yang beroperasi sebagai suatu tim. Dalam setiap tim diadakan pembagian tugas dan tanggung jawab demi kelangsungan hidup dan keberhasilan misi tim.  Masing-masing tim memilih secara demokratis pemimpin tim yang memimpim timnya.  Pembina berperan sebagai pendukung, motivator, konsultan dan konselor.

3)   Sistem beregu diterapkan agar peserta didik memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggung jawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan yang demokratis.

d.   Kegiatan Menantang, di alam terbuka

1)   Kegiatan menantang dan progresif sebagai unsur Metode Kepramukaan merupakan alat yang efektif dalam memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan.  Dengan demikian peserta didik terlibat dalam proses pendidikan.  Keterlibatan mereka dalam kegiatan itu bukan karena diperintah atau diinstruksikan oleh siapapun  termasuk oleh pembina, tetapi oleh keinginannya, kesadarannya, motifasinya karena merasa tertarik dan ditantang, mereka ingin diakui, diperhitungkan serta dihargai.

2)   Kegiatan harus diakui dengan kebutuhan dan nilai baru oleh peserta didik, menumbuhkan kreativitas, mengadung pendidikan, yang merubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman, keterampilan baik individu maupun kelompoknya.

3)   Kegiatan dilaksanakan secara rekreatif yang bersifat edukatif dan terpadu bagi peserta  didik merupakan tahapan pengembangan  kemampuan dan keterampilan  baik individu maupun kelompoknya.

4)   Kegiatan disesuaikan dengan usia, perkembangan rohani dan jasmani serta jenis kelamin peserta didik sehingga pendidikan dapat diterima dengan mudah.

5)  Kegiatan di alam terbuka, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan merupakan cara yang efektif dalam proses pembentukan watak dan kepribadian, pemantapan mental/moral/spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.  Karena itu kegiatan di alam terbuka dalam Kepramukaan merupakan keharusan.

           Berikut ini penjabaran tentang alam:

1)   Yang dimaksud alam (nature) seisinya adalah hutan dan rimba, gunung dan pegunungan, sungai, padang rumput, padang pasir, lautan, berbagai tumbuh-tumbuhan dan binatang dan lain-lain.  Bukan sekedar bangunan tembok (artifisial), kota yang ramai yang berpolusi.  Jelasnya dalam kepramukaan yang dimaksud dengan alam terbuka adalah alam yang sebenarnya.

2)   Alam seisinya, dilihat dari sudut pendidikan, merupakan referensi yang sangat kaya/sarat dengan materi pendidikan.  Karena itu Baden Powell menyembutkan buku alam (Nature Book) ialah buku yang diciptakan Allah Tuhan Yang Maha Esa yang bernilai tinggi, harganya murah, praktis, tidak ada tamatannya tiada mula dan akhirnya.  Namun sangat efektif bagi proses pendidikan kaum muda.

3)   Alam itu penuh dengan berbagai kemungkinan yang sangat bermanfaat bagi pembinaan totalitas peserta didik/kaum muda melalui berbagai cara.  Dalam alam jarak yang jauh, udara yang dingin, panas, hujan, angin, kering, gelap merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari seseorang tetapi seseorang harus menyesuaikan diri dan berusaha mengatasi inilah tantangannya.

4)   Hidup dan melakukan kegiatan di alam terbuka dalam bentuk aktivitas mental dan fisik yang menantang antara lain pionering, survival, penelitian dan observasi, penjelajahan, ekspedisi, pengembaraan, perkemahan dan lain-lain mendorong peserta didik untuk tepo seliro (instrospeksi) sehingga menyadari tentang diri pribadinya yang berkaitan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka, kemampuan, mental/moral, fisik, intelektual, emosional dan sosialnya.

5)   Hidup dalam perkemahan di alam terbuka yang jauh dari tempat tinggal dan kota yang penuh kemudahan, kemewahan, ketergantungan mendorong peserta didik/kaum muda untuk menyadari tentang apa yang perlu dan nyata dalam hidup ini.  Dewasa ini kaum muda diharapkan kepada dunia yang sukar untuk membedakan antara apa yang penting dan apa yang berlebihan, apa yang perlu dan apa yang dapat ditunda, apa yang asli dan apa yang palsu, apa yang riil dan apa yang ilusi.  Melalui perkemahan di alam terbuka, peserta didik dapat menghargai kesederhanaan hidup di alam.  Dengan cara ini mereka mampu menghindari hidup yang konsumtif dapat memahami pentingnya hidup harmonis dengan alam dan memeliharanya.

6)   Kegiatan di alam terbuka memberi pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya.  Selain itu mengembangkan sikap bertanggung- jawab atas masa depan yang menghormati keseimbangan alam.

7)   Bagi peserta didik menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam.

8)   Kegiatan di alam terbuka merupakan upaya efektif mendekatkan peserta didik pada Allah Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam semesta.

9)   Berkemah, sebagai proses pendidikan di alam terbuka, perlu dilakukan secara reguler/periodik karena dengan perkemahan proses pemantapan mental/moral, fisik, intelektual, emosional dan sosial terbina dan berkembang secara efisien.  Acara berkemah minimum diadakan dua bulan sekali.

f.    Sistem Tanda Kecakapan

1)   Sistem tanda kecakapan, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan, diterapkan dalam Gerakan Pramuka sebagai upaya untuk mendorong peserta didik berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.

2)   Pramuka yang berhasil memiliki keterampilan  dan kecakapan melalui berbagai kegiatan pendidikan baik dalam maupun di luar Gerakan Pramuka dalam bidang-bidang teknologi, kewirausahaan dan lain-lain setelah dilakukan penilaian, diberi tanda kecakapan yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki peserta didik anggota Gerakan Pramuka.

   g. Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan

       Hal ini berarti bahwa dalam setiap melakukan kegiatan kepramukaan:

1)     Anggota dewasa berfungsi sebagai perencana, organisator, pelaksana, pengendali, pengawas, dan penilai;

2)     Pramuka Penegak dan Pandega berfungsi sebagai pembantu anggota dewasa dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan;

3)     Anggota muda sebelum melaksanakan kegiatan, berkonsultasi dahulu dengan anggota dewasa;

4)     Anggota muda mendapatkan pendampingan dan pembinaan oleh anggota dewasa;

5)     Anggota dewasa bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan kepramukaan anggota muda.

h. Sistem Satuan Terpisah

1)   Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan, dimaksud untuk mengefektifkan proses pendidikan mencapai tujuan dan sasarannya.  Kegiatan disesuaikan dengan kemampuan kodrat peserta didik juga kultur masyarakat.

2)   Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri dilaksanakan sebagai berikut:

-   Satuan pramuka puteri dibina oleh pembina puteri, satuan pramuka putera dibina oleh pembina putera.

-   Tidak dibenarkan satuan pramuka  puteri dibina oleh Pembina putera dan sebaliknya, kecuali perindukan siaga putera dapat dibina oleh pembina puteri.

-   Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan perkemahan putera terpisah, perkemahan puteri dipimpin oleh pembina puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh pembina putera.

h.     Kiasan Dasar (symbolic frame)

Tujuan setiap kegiatan dalam Gerakan Pramuka adalah pembentukan karakter. Pembentukan karakter akan sulit bila hanya dilakukan di rumah atau di lingkungan keluarga, karena lingkungan ini tidak banyak tantangan yang dihadapi oleh peserta didik. Pembentukan karakter juga sulit bila dilakukan di sekolah saja, karena pendidikan sekolah kita saat ini lebih mengemukakan pengembangan kecerdasan intelektual.

Oleh kaarena itu cara yang baik untuk mengembangkan pendidikan karakter adalah di alam terbuka. Masalahnya apabila kegiatan di alam terbuka ini tidak dibungkus dengan kiasan dasar, maka anak akan berpikir secara rasional sehingga ketika diberikan latihan yang agak berat, lebih-lebih nilai ekonominya tidak Nampak, maka anak akan menampik melakukan kegiatan ini. Oleh karena itulah digunakan “kiasan dasar” dalam upaya memberikan motivasi, semangat, patron atau acuan perilaku, serta kebanggaan dalam melakukan pekerjaan tersebut, yang muaranya adalah pembentukan akhlak mulia.

1) Kiasan Dasar adalah ungkapan yang digunakan secara simbolik dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan.

2) Kiasan dasar digunakan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia perkembangan peserta didik.

3) Kegiatan kepramukaan bila dikemas dengan kiasan dasar akan lebih menarik, dan memperkuat motivasi.

4) Kiasan Dasar bila digunakan akan mempercepat perkuatan lima ranah kecerdasan terutama kecerdasan emosional.

    Sistem Among ibarat suatu kendaraan dalam melaksanakan Prinsip Dasar dan metode Kepramukaan

1)   Sistem Among, sebagai unsur Metode Kepramukaan diterapkan dalam Gerakan Pramuka selama proses pendidikan.

2)   Dalam Gerakan Pramuka, hubungan peserta didik dengan pembinanya adalah hubungan kemitraan pendidikan yang berlandaskan kesukarelaan, saling percaya, saling menghargai, saling asih, asah dan asuh.  Pembina Pramuka sebagai orang dewasa mendengarkan aspirasi dan kebutuhan peserta didik dan menggabungkan diri dalam satuan pramuka untuk mendukung, menyertai peserta didik dalam hidupnya selama proses pendidikan dan menjamin bahwa kegiatan yang ada merupakan proses pendidikan untuk membina dan mengembangkan baik moral/mental/spritual, fisik, intelektual, emosional maupun sosial peserta didik.

3)   Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dan peserta didik menggunakan Sistem Among.

4)   Sitem Among mewajibkan pembina pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:

-    Ing ngarso sung tulodo - di depan menjadi teladan

-    Ing madya mangun karso - di tengah membangun karsa/kemauan

-    Tut wuri handayani - dari belakang memberi daya atau dorongan dan pengaruhnya yang baik ke arah kemandirian.

5)   Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Pramuka wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:

-    Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepantasan, keprasahajaan, kesanggupan, berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial

-    Disiplin disertai inisiatif dan tanggung jawab diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

6)   Hubungan Pembina Pramuka dengan peserta didik merupakan hubungan khas yaitu setiap Pembina Pramuka wajib memperhatikan perkembangan peserta didiknya secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan.

7)   Pembina Pramuka berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada peserta didik sedangkan Pembina Pramuka ada di belakang memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik. 

 

PENUTUP

1.   Mendidikkan Prinsip Dasar Kepramukaan kepada para Pramuka dilakukan dengan mendayagunakan kegiatan sebagai medianya dengan jalan :

a.   Memasukkan Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai tema kegiatan.

b.  Menggunakan pilihan Metode Kepramukaan yang tepat dalam suatu kegiatan kepramukaan.

c.   Mengkondisikan situasi sedemikian rupa sehingga para peserta didik siap menerima dan mengamalkan Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup mereka.

2.   Prinsip Dasar Kepramukaan dalam kegiatan berfungsi sebagai :

a.   Norma hidup Pramuka.

b.   Landasan Kode Etik Gerakan Pramuka.

c.   Landasan Sistem Nilai Gerakan Pramuka.

d.   Pedoman dan Arah Pembinaan Anggota Gerakan Pramuka.

e.   Landasan Gerak dan Kegiatan Gerakan Pramuka dalam mencapai Sasaran dan Tujuan Gerakan Pramuka.

3.   Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka akan terwujud dengan jelas dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran bilamana dalam jiwa Pramuka terpateri dengan kuat Prinsip Dasar Kepramukaan karena Prinsip Dasar Kepramukaanlah yang akan menjadi dasar filosofi pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka dalam kehidupan sehari-hari seorang Pramuka, sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, individu dan anggota masyarakat serta lingkungannya.

4.   Metode ialah cara atau teknik penyelenggaraan kegiatan yang efektif dan efesien sehingga akan mengoptimalkan keberhasilan kegiatan tersebut.

5.  Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif, efektif dan efesien, yang bersifat universal karena digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di semua negara, yang penerapannya disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, kondisi, perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia

Write Comment (0 comments)
Cara menanamkan disiplin Pada peserta didik

PENDAHULUAN

1.   Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

2.   Bila disiplin sudah menyatu dengan dirinya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan tidak lagi dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya  bilamana ia tidak berbuat sebagaimana lazimnya. akan menjadi beban bagi dirinya.

3.   Ketaatan dan kepatuhan  terhadap peraturan  dapat diartikan adanya ketaatan akan peraturan :

a.   Tuhan YME/Agama

b.   Masyarakat, Bangsa dan Negara

c.   Orang tua

d.   Terhadap dirinya sendiri

e.   Terhadap sesama manusia

4.   Sikap dan perilaku yang sedemikian ini tercipta melalui proses binaan melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, pendidikan di masyarakat dan terutama keteladanan dari lingkungannya.

 

TENTANG KEDISIPLINAN

1.   Disiplin mempunyai 3 (tiga) aspek, yaitu:

a.   Sikap mental, yang merupakan sikap taat dan tertib, sebagai proses atau pengembangan dari belajar/latihan yang berupa pengendalian pikiran, dan pengendalian watak.

b.   Pemahaman yang baik mengenai sistem aturan, perilaku, norma, kriteria, dan standar, yang sedemikian rupa sehingga pemahaman tersebut menumbuhkan pengertian yang dalam atau kesadaran bahwa ketaatan akan aturan, norma kriteria dan standar tadi merupakan syarat untuk mencapai keberhasilan.

c.   Perilaku wajar (tanpa tekanan) yang menunjukkan kesungguhan hati untuk mentaati segala hal dengan cermat dan tertib.

2.   Disiplin akan tumbuh dan dapat dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan dengan keteladanan-keteladanan tertentu, yang harus dimulai sejak dini dalam lingkungan keluarga, dimulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga perilaku disiplin tersebut mengakar semakin kuat.

3.   Cara menanamkan dan mengembangkan disiplin bagi peserta didik:

a.   Menanamkan dan mengembangkan disiplin pada peserta didik dalam Gerakan Pramuka tidak dengan cara diajarkan dan tidak juga dengan cara didoktrinkan/dipaksakan, tetapi ditumbuhkan dari “penyadaran diri” peserta didik melalui kegiatan yang menarik, menantang, yang mengandung pendidikan dan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga pada diri  peserta didik tumbuh kesadaran bahwa mematuhi peraturan merupakan kiat menuju sukses.

b.   Pembina Pramuka dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan dan Sistem Among dalam setiap kegiatan kepramukaan melalui keteladanan perilaku, akan dapat mengkondisikan timbulnya kesadaran dan tumbuhnya disiplin pada diri peserta didik. 

4. Hal-hal yang harus  diperhatikan bagi Pembina Pramuka dalam upaya menanamkan disiplin pada peserta didik, di antaranya melalui sikap:

a.   kasih sayang terhadap peserta didik

b.   bertindak adil

c.   memperhatikan kemampuan peserta didik

d.   mengutamakan kepentingan peserta didik

e.   tegas, rapi dan sopan

f.    mampu menciptakan kondisi yang dapat menunjang keberhasilan suatu kegiatan

g.   kreatif, inovatif, dinamisatif, motivatif

h.   dapat menyajikan kegiatan yang bervariasi

5.   Cara menanamkan kesadaran untuk berperilaku disiplin sangat dipengaruhi oleh perkembangan jiwa peserta didik sehingga para pembina pramuka harus dapat membedakan kelompok usia yang dibinanya apakah Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak atau Pramuka Pandega.

6.   Cara menanamkan disiplin pada Pramuka Penggalang.

a.   Sesuai dengan perkembangan jiwanya, Pramuka Penggalang mempunyai sifat lincah, dinamis, ingin tahu yang tinggi, suka bermain, sehingga penanaman disiplin pada Pramuka Penggalang, diberikan melalui kegiatan :

1)   ceritera kepahlawanan (misalnya ceritera unggun Baden Powell), ceritera mitos tentang keperkasaan, ksatria, dll. 

2)   bermain, hiking, memecahkan sandi, dll.

3)   berkemah

4)   pentas seni,

5)   dll.

Yang bertemakan : kepatuhan, ketertiban atau kedisiplinan yang dilakukan secara berkesinambungan.

b.   Setiap  akhir kegiatan pembina membimbing para Pramuka Penggalang untuk menemukan kesimpulan tentang apa yang didapat dari kegiatan  tersebut yang mengarah pada perilaku disiplin.  Bila hal semacam ini dilakukan pada setiap selesai melaksanakan kegiatan, dengan sendirinya akan besar pengaruhnya terhadap kesadaran  berdisiplin dalam perilaku sehari-hari, terhadap diri sendiri, orang tua, sesamanya, masyarakat, bangsa dan negara serta Tuhan YME.

7.   Cara menanamkan disiplin pada Pramuka Penggalang.

a.   Ditinjau dari perkembangan jiwanya anak seusia Pramuka Penggalang memiliki karakteristik di antaranya sebagai berikut:

1)   lebih konkrit,

2)   mampu menganalisis, membuat kesimpulan sementara,

3)   berpikir kritis dan analisis yang dapat menemukan sintesa dengan baik :

-   dapat menilai apakah minat/maksud yang ada pada seorang lain itu baik atau buruk

-   dapat menilai perilaku seseorang berdasarkan maksud/niat yang didasari perilaku tersebut.

4)   mau menyenangkan orang lain

5)   adanya dorongan kuat untuk ekspansi diri dan bertualang

6)   suka hal-hal yang penuh kejutan, tantangan

7)   berkelompok dengan teman sebaya yang sama kebutuhanya

8)   loyal dan solider terhadap kelompok (regu, pasukan, bahkan gudep)

9)   senang melakukan permainan kelompok, tim, olah raga, "musiman"/kekinian.

b.   Dengan memahami tugas perkembangan tersebut di atas Pembina Pramuka Penggalang akan melibatkan langsung para penggalangnya dalam menyusun, memilih, dan menentukan kegiatan apa yang mereka programkan/ lakukan.  Dalam pelaksanaan program tersebut Pembina akan memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai media untuk mendidikan/menanamkan disiplin, antara lain dengan jalan :

1)   memilih/menentukan metode kepramukaan yang tepat yang dapat menumbuhkan disiplin.

2)   selalu mengupayakan adanya penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan, dan Metode Kepramukaan dalam suasana yang dinamis.

3)   pelaksanaan kegiatan yang bernuasa kepahlawanan, keprajuritan yang senantiasa merupakan implementasi pengamalan Trisatya dan Dasa Darma Pramuka.

4)  Pembina hendaknya sangat paham terhadap kehidupan adik-adik Penggalangnya, menyatu dalam kehidupan peserta didik, memberi keteladanan, membantu memecahkan kesulitan Penggalang,

c.   Disiplin di dalam pasukan Penggalang ialah disiplin yang dinamis, yang timbul dari dalam sanubari para Pramuka Penggalang sendiri, yang tumbuh dan berkembang sebagai dampak positif dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan dari waktu kewaktu.

                 d.   Penanaman disiplin pada Pramuka Penggalang dilaksanakan melalui kegiatan antara lain dalam bentuk:

1)   Penerapan/pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka (Trisatya dan Dasa Darma Pramuka)

2)   Upacara-upacara dalam Pasukan  Penggalang :

-   upacara pembukaan dan penutupan latihan

-   upacara-upacara pelantikan: penerimaan calon Pramuka Penggalang, kenaikan tingkat (Ramu, Rakit, Terap)

-   upacara-upacara dalam rangka Peringatan Hari besar Nasional

3)   Kegiatan-kegiatan  kepramukaan yang menarik dan menantang yang mengandung pendidikan yang dilaksanakan di alam terbuka.

4)   Pemberian penghargaan dan sangsi sebagai alat untuk mendorong keinsyafan berdisiplin.

e      Setiap  akhir kegiatan pembina membimbing para Pramuka Penggalang untuk menemukan kesimpulan tentang apa yang didapat dari kegiatan  tersebut yang mengarah pada perilaku disiplin.  Bila hal semacam ini dilakukan pada setiap selesai melaksanakan kegiatan, dengan sendirinya akan besar pengaruhnya terhadap kesadaran  berdisiplin dalam perilaku sehari-hari, terhadap diri sendiri, orang tua, sesamanya, masyarakat, bangsa dan negara serta Tuhan YME.

 

Write Comment (4 comments)
Hasil Keputusan Munas Gerakan Pramuka 2013

Gerakan Pramuka telah usai menyelenggarakan Musyawarah Nasional pada tanggal 2 - 5 Desember 2013 yang lalu. Munas yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur dihadiri seluruh utusan Kwarda se Indonesia dengan menghasilkan beberapa keputusan keputusan penting dalam upaya meningkatkan peranan Gerakan Pramuka di masa mendatang,

Berikut ini adalah hasil keputusan – keputusan yang telah ditetapkan pada Munas 2013 :

NO

NO KETETAPAN

MATERI KETETAPAN

1

01/Munas/2013

Mengesahkan Agenda Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013

2

02/Munas/2013

Mengesahkan Tata Tertib Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013

3

03/Munas/2013

Memilih Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013

4

04/Munas/2013

Mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Kwarnas masa bakti 2008 – 2013

5

05/Munas/2013

Mengesahkan Rekomendasi Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2013

6

06/Munas/2013

Memilih DR. H. Adhyaksa Dault, SH sebagai Ketua Kwarnas 2013 –  2018

7

07/Munas/2013

Membentuk Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarnas 2013 –  2018

8

08/Munas/2013

Menugaskan Ketua Kwarnas selaku Ketua Tim Formatur dalam waktu 3 bulan

9

09/Munas/2013

Menetapkan arah kebijakan 2014 –  2034 sebagai pedoman renja 5 tahunan

10

10/Munas/2013

Menetapkan rencana strategis 2014 –  2019 sebagai pedoman progja 1 tahunan

11

11/Munas/2013

Mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tahun 2013

12

12/Munas/2013

Membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Pariwisata – Kemenparekraf

13

13/Munas/2013

Membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru – Kemenlingdup

14

14/Munas/2013

Membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti –  Kemdikbud

15

15/Munas/2013

Merekomendasikan tempat penyelenggaraan Munas dan Musppaniteranas 2018 diantaranya Sulawesi Tenggara, Riau, Sumatera Barat, Gorontalo dan Sulawesi Selatan

16

16/Munas/2013

Memutuskan Jambore Nasional Gerakan Pramuka 2016 di Cibubur, Jakarta

17

17/Munas/2013

Memutuskan Raimuna Nasional Gerakan Pramuka 2017 di Cibubur, Jakarta

18

18/Munas/2013

Memutuskan Lomba Tingkat Nasional (LT V) tahun 2017 di Cibubur, Jakarta

19

19/Munas/2013

Memutuskan Pertemuan Pramuka Luar Biasa (PPLB) 2015 di Cibubur, Jakarta

20

20/Munas/2013

Menganugerahkan Lencana Tertinggi Gerakan Pramuka berupa Tunas Kencana

21

21/Munas/2013

Memutuskan waktu dan tempat Perkemahan Puteri Nasional (Perkempi) 2018

22

22/Munas/2013

Memutuskan waktu dan tempat Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) 2015

23

23/Munas/2013

Memutuskan waktu dan tempat Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) dan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka (Perti Saka) Nasional 2014 – 2018

<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 91 - 100 of 628
LAYANAN CHATTING