• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Pengembangan Jiwa Kewiraan

PENDAHULUAN

ImageJiwa kewiraan berkaitan erat dengan pembentukan watak dan sikap warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Jiwa kewiraan adalah jiwa kepejuangan atau jiwa kejuangan yang diharapkan terpatri dalam diri setiap warga Negara Indonesia untuk mempertahankan dan membela perjuangan bangsa mencapai cita-cita kemerdekaan dan tujuan pembangunan bangsa dan Negara.  Pengembangan jiwa kewiraan dapat terlaksana dengan adanya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan memahami Wawasan Nusantara, pentingnya Ketahanan Nasional dan Kesadaran Bela Negara.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia (national look) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya, dalam eksistensinya yang serba nusantara dan pemekarannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya.  Wawasan Nusantara, merupakan pandangan geopolitik sekaligus geostrategi bangsa Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan satu kesatuan pertahanan keamanan.  Dengan demikian, wawasan nusantara adalah sebuah prinsip persatuan dan kesatuan Indonesia yang digunakan untuk memberikan kepastian hukum bagi rakyat Indonesia.

Ketahanan Nasional berasal dari kata tahan, yang berarti kuat menderita, dapat menguasai diri, tidak mudah putus asa,  tetap pada keadaannya.  Dari kata tahan itu terbentuk kata ketahanan yang berarti sesuatu hal mengenai tahan, kekuatan hati, keteguhan hati, kesabaran, ketabahan.  Jadi Ketahanan Nasional adalah ketahanan, keteguhan hati dan kekuatan suatu bangsa. 

Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban berkaitan dengan kesadaran moral dan  cara memenuhi hak dan kewajiban.  Kesadaran moral adalah perasaan wajib melaksanakan sesuatu berdasarkan hati nurani dan pemikiran yang benar (rasional), dengan tanpa  tekanan dan paksaan (kebebasan) serta tidak didasarkan kepada perhitungan mencari keuntungan (pamrih).  Berkaitan dengan bela negara, maka hak bela negara adalah suatu kehormatan sebagai warga negara yang  bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan Negara yang dicintainya.  Sedangkan kesadaran bela negara adalah sikap perilaku tiap individu warga Negara untuk bersedia berkorban guna melindungi negara  secara utuh berdasarkan rasa cinta kepada negara dan tanah air.

Gerakan Pramuka melaksanakan pembangunan karakter bangsa sebagai pertanggungjawaban terhadap cita-cita kemerdekaan bangsa mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, adil, makmur, dan lestari berlandaskan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 

1.  Konsepsi dasar Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara adalah pandangan yang menyatakan bahwa

Negara Indonesia merupakan satu kesatuan dipandang dari segala aspeknya dan mempunyai kecenderungan kuat yang mengarahkan terwujudnya integrasi san keserasian dalam bidang-bidang: (a) satu kesatuan wilayah, (b) satu kesatuan bangsa, ©  satu kesatuan budaya, (d) satu kesatuan ekonomi, (e) satu kesatuan pertahanan keamanan.

Secara historis, wawasan nusantara tidak dapat dilepaskan dari Hukum Laut Internasional. Pada tahun 1609, Negara–negara maritim besar (Eropa) menuntut kebebasan lautan hingga lahir tatalaut dengan sebutan  the freedom of the high seas.  Hukum laut internasional yang pertama dalam sejarah dunia adalah penetapan bahwa setiap negara pulau atau pantai berdaulat atas laut sejauh 3 mil laut.   Pada tahun 1939 Pemerintah Kolonial Belanda menetapkan Undang-undang berdasarkan ordonansi laut territorial dan lingkungan maritime.  Mengikuti ketentuan hukum laut Internasional tersebut, lebar laut wilayah Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis terendah di pantai masing-masing pulau di Indonesia.

Konsepsi wilayah perairan Indonesia secara konstitusi baru diterbitkan setelah Kemerdekaan, yaitu melalui Deklarasi Hukum Indonesia, 13 Desember 1957, dipimpin Ir. H.Djuanda dan dikenal dengan nama Deklarasi Djuanda.  Deklarasi tersebut telah merombak tatalaut Indonesia sebagai kepastian hokum tentang batas wilayah NKRI. Sehingga luas geografi Indonesia semula 2.027.087 km2 yakni terdiri dari 17.508 pulau ditambah dengan 12 mil laut diukur dari pulau terluar, atau sama dengan bertambah 3.166.163 km2. Perairan laut territorial jumlahnya menjadi 5.193.250 km2.  Deklarasi tersebut kemudian dituangkan ke dalam UU No 4 Tahun 1960, tanggal 18 Februari 1960.  Pengakuan uokum laut internasional yang bertalian dengan Negara-negara tetangga atas tatalaut Indonesia diperoleh melalui perjuangan, perundingan-perundingan bilateral dan perjanjian-perjanjian Landas Kontinen dengan Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Philippine, Singapore, India, Australia, serta Papua New Guinea.    Sedangkan perjuangan  dalam forum Konferensi HukumLaut Internasional telah dilakukan secara berturut-turut dalam periode 1960 – 1978 di Geneva, Caracas, dan New York.  Pada tanggal 21 Maret 1980 melalui pengumuman Pemerintah Indonesiaa, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE Indonesia) yang dikukuhkan dengan UU No. 5/1983 antara lain dinyatakan bahwa ZEE Indonesia selebar 20 mil  dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.  Konvensi Hukum Laut PBB yang ditandatangani  bulan Desember 1982 di Teluk Montego, Jamaica, antara lain dinyatakan bahwa batas 12 mil untuk laut territorial dan 200 mil untuk ZEE bagi Negara pantai.

2.     Konsepsi dasar Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan bangsa Indonesia untuk mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas maupun kelangsungan hidup bangsa dan Negara.

Ketahanan Nasional meliputi berbagai aspek kehidupan dan     penghidupan bangsa, yaitu aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam (Panca Gatra) maupun aspek alamiah yang meliputi kedudukan geografis, sumber kekayaan alam, dan kependudukan (Tri Gatra), yang selanjutnya seluruh aspek itu dikenal dengan Asta Gatra.

Hakekat ketahanan nasional adalah (1) peningkatan kondisi dan kemampuan perjuangan nasional tanpa menggunakan  kekuatan konsep (concept of power) yang dalam hubungan internasional dijelmakan dalam kekuatan politik (power of politics); (2) senantiasa berpegang pada prinsip (a) percaya kepada kekuatan diri sendiri (self confidence), serta (b) percaya kepada kemampuan diri sendiri (self reliance) tanpa terjerumus dalam politik isolasionalisme, nasionalisme sempit, maupun autarki (kedaulatan mutlak); (3)  merupakan suatu konsep yang terintegrasi (imtegrated concept) dan integrasi konsep (concept of integration).

3.  Konsepsi dasar Wawasan Kebangsaan.

Bangsa adalah suatu kesatuan solidaritas masyarakat yang terbangun oleh perasaan kebersamaan, kesediaan saling berkorban serta kesediaan melanjutkan dan mewujudkan cita-cita bersama.  Solidaritas itu dibangun oleh pengalaman sejarah dan nasib bersama bukan terbangun atas asal-usul suku bangsa, agama, bahasa, dan geografi.  Oleh karena itu pilar utama kebangsaan Indonesia selain persatuan adalah kemajemukan.             Wawasan kebangsaan mengandung aspek moral dan aspek intelektual.  Aspek moral adalah konsep wawasan kebangsaan yang mensyaratkan adanya komitmen atau kesetiaan terhadap kelanjutan eksistensi bangsa serta peningkatan kualitas kehidupan bangsa.  Aspek intelektual adalah konsep wawasan kebangsaan yang menghendaki pengetahuan memadai mengenai  potensi yang dimiliki bangsa, serta tantangan yang dihadapi bangsa, sekarang maupun di masa mendatang.

Unsur wawasan kebangsaan adalah (1) rasa kebangsaan, sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia; (2) paham kebangsaan, bangsa Indonesia lahir dari buah persatuan bangsa yang solid.  Pertama,  Atas berkat Rachmat Allah YMK pada tanggal 17 Agustus 1945 bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, lahirlah sebuah bangsa, bangsa Indonesia yang terdiri atas bermacam suku, budaya, etnis, dan agama;  Kedua,  Pembukaan UUD 1945 ….bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat Indonesia menuju suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (3)  Semangat kebangsaan atau nasionalisme merupakan sinergi dari rasa kebangsaan dengan paham kebangsaan, yang terpancar sebagai kualitas san ketangguhan dalam menghadapi berbagai ancaman.

4.  Konsepsi dasar Bela Negara

ImageBela Negara adalah hak tiap warga Negara untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan Negara sesuai dengan bidang profesi dan batas kemampuannya, merupakan sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara.  Bela Negara tidak identik dengan memanggul senjata tetapi lebih daripada itu bela negara dapat diwujudkan dengan pengabdian sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.  Secara normatif hak dan kewajiban setiap warga Negara untuk berperanserta dalam upaya bela negara diatur dalam pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang menegaskan:”tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pembelaan Negara”.  Selanjutnya tercantum dalam UU RI No.3 Tahun 2002 pasal 9 ayat (1): “Setiap warga Negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan Negara”.  Pasal 68 UU RI No 39 Tahun 1999 menyatakan bahwa: “ Setiap warga Negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. UUD 1945 pasal 30.  tentang Sishankamrata (sistem pertahanan rakyat semesta)  mengajak segenap rakyat Indonesia untuk dapat menjaga keamanan dan kelangsungan hidup bernegara dengan atau menurut kemampuan tiap warga negara Indonesia.        

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran bela Negara, Pemerintah melaksanakan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang mengajarkan cinta tanah air, sebagai Pendidikan Kewarganegaraan yang menjadi kurikulum wajib Pendidikan Dasar dan menengah sampai Perguruan Tinggi.  Pendidikan pendahuluan bela Negara dilaksanakan pula melalui jalur organisasi masyarakat.  Tujuan pendidikan pendahuluan bela negara adalah mewujudkan warga Negara yang memiliki sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.  Unsur pokok dalam bela Negara adalah: (1) cinta tanah air, (2) kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, (3) yakin kebenaran Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, (4) rela berkorban bagi bangsa dan negara, (5) memiliki kemampuan awal bela Negara.

PENUTUP

Tonggak perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1908, 1928, 1945 merupakan modal dasar dalam kehidupan persatuan bangsa.  Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan.  Untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang selalu datang dengan berbagai wujudnya, bangsa Indonesia mutlak harus memiliki ketahanan nasional agar dapat eksis.  ATHG selalu berubah waktu dan keadaan, maka ketahan nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik yang selalu berubah menurut keadaannya.

Gerakan Pramuka sebagai organisasi pembinaan watak dan kesadaran bernegara seperti dinyatakan dalam Satya Pramuka, digolongkan oleh UU No. 20 tahun 1982, sebagai salah satu media pendidikan pendahuluan bela negara.  Syarat - syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus, pembinaan sikap mental dalam upacara bendera dan kegiatan lainnya merupakan kekayaan praktek PPBN dari Gerakan Pramuka bagi terbinanya rasa patriotisme.

Write Comment (0 comments)
Azrul Azwar Meninggal: SBY Puji Mantan Ketua Kwarnas Pramuka

ImageJAKARTA— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas wafatnya mantan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Azrul Azwar, menurut Presiden SBY, merupakan tokoh yang telah membawa perubahan nyata di tubuh Pramuka.

"Saya ingat betul ketika saya minta untuk melakukan  revitalisasi Gerakan Pramuka di Tanah Air, tugas itu dilaksanakan dengan sepenuh hati, dengan baik sehingga mulai 2006 sampai sekarang Gerakan Pramuka kegiatannya meningkat dengan signifikan, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Presiden SBY.

Azrul Azwar  wafat di RSCM Jakarta pada Selasa, 1 April 2014, pukul 17.55, akibat sakit. Sedianya almarhum akan menjalani cangkok hati pada 14  April2014.

Dari RSCM, almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Cisanggiri V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rabu pagi, jenazah disemayamkan di Aula Fakultas Kedokteran UI, Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Kemudian jenazah disemayamkan di Auditorium Gedung Kwarnas Pramuka, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, pada pukul 11.00-12.00. Setelah itu dibawa ke Pemakaman Umum Tanah Kusir untuk dikebumikan.

Azrul Azwar yang lahir di Kutacane, Nanggroe Aceh Darussalam, 6 Juni 1945, lulusan Fakultas Kedokteran UI pada tahun 1972. Dia pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa UI dan salah satu Ketua PB HMI pada era Akbar Tanjung.

Sekembali dari studi pascasarjana di Amerika, Azrul Azwar menjadi Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia juga terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Azrul juga merupakan salah satu dokter asal Indonesia yang banyak terlibat dalam berbagai organisasi kesehatan dunia, antara lain menjadi konsultan World Health Organization (WHO) dan  International Organization of Migration (IOM). (Antara)

Write Comment (2 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Anti-Gay, Walt Disney Tolak Danai Pramuka

ImageWashington - Walt Disney Company akan memotong pendanaan mereka untuk organisasi Boy Scout of America atau yang lebih dikenal dengan Pramuka (di Indonesia) mulai 2015 mendatang. Itu karena organisasi ini memberlakukan kebijakan yang melarang pemimpin gay dalam organisasi mereka.

Perwakilan Pramuka AS menyatakah pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Disney tersebut yang akan memengaruhi kemampuan mereka untuk melayani anak-anak Pramuka. Juru Bicara Pramuka AS, Deron Smith mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Disney memang tak memberikan dana langsung selama ini untuk kegiatan mereka, namun mereka mendanai beberapa tentara atau prajurit yang menjadi fasilitator atau relawan dalam kegiatan pelatihan Pramuka mereka.

"Kami percaya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman kepramukaan dan kami kecewa akan keputusan ini. Ini akan mempengaruhi kemampuan kita untuk melayani anak-anak," ujar Smith, dilansir dari The Guardian, Senin (3/3).

Juru Bicara Walt Disney, David Hefferson tidak menanggapi hal ini, lewat panggilan telepon atau email. Keputusan Disney ini terungkap ketika Ketua Dewan Pramuka yang berbasis di Orlando, Florida mengirimkan memo kepada jaringannya terkait keputusan Disney ini. [Rol]

Sumber : utama.seruu.com

Write Comment (1 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Kisah ketika Sri Sultan HB IX Kena Tilang

ImageBecak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh. “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah… Sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

ImageSetelah melihat rebuwes ( kini : SIM ), Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak. “ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

“ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

“Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal. Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya. Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

“ Sekarang aku mau tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya. “ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.

“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya. Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

“ Siap pak !” Royadin menjawab datar. “Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.

“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan dari Sri Sultan HB IX yang intinya :

“ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

“ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !”

Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.              

Dari cerita di atas dapat kita ambil keteladanan sikap yang dilakukan oleh Sultan HB IX mencerminkan figur seorang pemimpin rakyat yang patut dicontoh dan dikenang sepanjang masa. Dan apa yang di lakukan Brigadir Royadin telah memberi contoh yang harus diteladani. Bagaimana seorang Polisi bersikap dan berani bertindak menegakkan peraturan tanpa kompromi siapa yg melanggar.

Sumber :

http://jogjakini.wordpress.com/2012/04/12/sedikit-revisi-lokasi-kejadian-ketika-sri-sultan-hb-ix-terkena-tilang

Write Comment (5 comments)
Truk Kecelakaan, bawa Pramuka ke Pantai carita

ImageJakarta – Truk yang terguling di desa Bangangah, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten membawa 62 orang siswa siswi SMK 1 Pandeglang. Mereka berencana akan melakukan kegiatan pramuka di pantai Carita. "Mereka mau kegiatan pramuka di Carita," kata seorang warga bernama Ulla Ifham saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat(7/2/2014).

Ulla mengatakan saat ini truk sudah diamankan pihak kepolisian. Sementara sang sopir juga sudah digelandang oleh polisi. "Kondisi truk sudah diamankan, sopir juga sudah diamankan," kata Ulla. Untuk diketahui, tujuh orang siswa SMK 1 Pandeglang tewas akibat sebuah truk yang membawa 62 orang terguling. Tujuh orang tewas akibat kecelakaan tersebut. Penyebab musibah diduga karena truk kehilangan kendali karena rem blong saat melintas jalan menurun.

Kwarnas lakukan Koordinasi

ImageSementara itu Ketua Kwarnas Pramuka terpilih Adhyaksa Dault mengimbau pihak sekolah untuk lebih teliti dalam memilih kendaraan untuk mengangkut siswa-siswi yang berkegiatan di luar sekolah. Adhyaksa masih berkordinasi untuk menjenguk dan memberikan santunan kepada korban kecelakaan truk maut di Pandeglang, Banten.

"Kita masih kordinasi dengan pengurus lama untuk santunan dan rencana menjenguk," ujar Adhyaksa saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (8/2/2014). Setelah terpilih, Adhyaksa hingga saat ini belum dilantik oleh Presiden SBY.

 Adhyaksa menegaskan bahwa setiap sekolah harus kembali mengecek kendaraan yang akan digunakan untuk kegiatan pramuka. Hal itu untuk mengantisipasi kecelakan seperti yang menimpa para siswa SMKN1 Pandeglang.

 "Inikan musibah, kita prihatin. Sekarangkan sedang ditangani oleh polisi," tutur pria berkumis ini.
Adhyaksa juga menjelaskan sedikit programnya yang akan dijalankan dalam kepengurusan baru Kwarnas Pramuka. Salah satunya akan mendidik guru-guru sekolah agar memahami dan memiliki keahlian yang mumpuni saat berkegiatan pramuka."Nanti guru-guru kita latih. Jadi tidak sekedar pakai baju pramuka setiap Jumat," kata Adhyaksa.

Truk terguling pada Jumat sore berisi 60 siswa-siswi Pramuka. Mereka yang merupakan siswa-siswi SMKN 1 Pandeglang berencana ke Pantai Carita untuk pelantikan Pramuka. Korban meninggal termasuk sopir dan kenek truk. Berikut nama nama korban meninggal kecelakaan tunggal tersebut : 1. Tedi Winarahmandani (18), pelajar, Kampung Pasir Kopi, Desa Banyumas, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang 2. Nuraisiyah (17), pelajar, Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang 3. M Mahfud, pelajar 4. Abdul Rosyad, pelajar 5. Rizal (23), pengemudi, Kampung Kadugadung, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang 6. Muklis (21), kernet, Kampung Kadugadung, Kecamatan Cipuecang, Pandeglang.

SBY Sampaikan Duka Cita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang menimpa siswa-siswi SMK Negeri 1 Pandeglang.

"Semoga keluarga dan pihak sekolah diberi ketabahan," kata SBY dalam akun twitter-nya yang diunggah sekitar sejam yang lalu, Sabtu (8/2/2014).

Diberitakan sebelumnya truk yang membawa rombongan siswa SMK 1 Pandeglang terbalik saat melintas sebuah turunan di desa Bangangah, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tujuh orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

"Kabar sementara 7 orang meninggal," kata saksi mata Ulla Ifham saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (7/2/2014).

Menurut Ulla selain 7 orang tewas ada puluhan orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut."Ada 62 orang siswa di truk tersebut, terbalik," ujar Ulla.

Hingga berita ini diturunkan di lokasi kejadian sedang dilakukan olah kejadian. Truk yang terbalik sudah dipinggirkan. Sebelumnya truk berada di tengah jalan.

Sumber : Tribunnews.com ; detik.com.

Write Comment (0 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 71 - 80 of 613
LAYANAN CHATTING