• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Anti-Gay, Walt Disney Tolak Danai Pramuka

ImageWashington - Walt Disney Company akan memotong pendanaan mereka untuk organisasi Boy Scout of America atau yang lebih dikenal dengan Pramuka (di Indonesia) mulai 2015 mendatang. Itu karena organisasi ini memberlakukan kebijakan yang melarang pemimpin gay dalam organisasi mereka.

Perwakilan Pramuka AS menyatakah pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Disney tersebut yang akan memengaruhi kemampuan mereka untuk melayani anak-anak Pramuka. Juru Bicara Pramuka AS, Deron Smith mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Disney memang tak memberikan dana langsung selama ini untuk kegiatan mereka, namun mereka mendanai beberapa tentara atau prajurit yang menjadi fasilitator atau relawan dalam kegiatan pelatihan Pramuka mereka.

"Kami percaya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman kepramukaan dan kami kecewa akan keputusan ini. Ini akan mempengaruhi kemampuan kita untuk melayani anak-anak," ujar Smith, dilansir dari The Guardian, Senin (3/3).

Juru Bicara Walt Disney, David Hefferson tidak menanggapi hal ini, lewat panggilan telepon atau email. Keputusan Disney ini terungkap ketika Ketua Dewan Pramuka yang berbasis di Orlando, Florida mengirimkan memo kepada jaringannya terkait keputusan Disney ini. [Rol]

Sumber : utama.seruu.com

Write Comment (1 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Kisah ketika Sri Sultan HB IX Kena Tilang

ImageBecak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh. “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah… Sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

ImageSetelah melihat rebuwes ( kini : SIM ), Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak. “ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

“ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

“Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal. Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya. Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

“ Sekarang aku mau tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya. “ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.

“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya. Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

“ Siap pak !” Royadin menjawab datar. “Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.

“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan dari Sri Sultan HB IX yang intinya :

“ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

“ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !”

Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.              

Dari cerita di atas dapat kita ambil keteladanan sikap yang dilakukan oleh Sultan HB IX mencerminkan figur seorang pemimpin rakyat yang patut dicontoh dan dikenang sepanjang masa. Dan apa yang di lakukan Brigadir Royadin telah memberi contoh yang harus diteladani. Bagaimana seorang Polisi bersikap dan berani bertindak menegakkan peraturan tanpa kompromi siapa yg melanggar.

Sumber :

http://jogjakini.wordpress.com/2012/04/12/sedikit-revisi-lokasi-kejadian-ketika-sri-sultan-hb-ix-terkena-tilang

Write Comment (5 comments)
Truk Kecelakaan, bawa Pramuka ke Pantai carita

ImageJakarta – Truk yang terguling di desa Bangangah, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten membawa 62 orang siswa siswi SMK 1 Pandeglang. Mereka berencana akan melakukan kegiatan pramuka di pantai Carita. "Mereka mau kegiatan pramuka di Carita," kata seorang warga bernama Ulla Ifham saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat(7/2/2014).

Ulla mengatakan saat ini truk sudah diamankan pihak kepolisian. Sementara sang sopir juga sudah digelandang oleh polisi. "Kondisi truk sudah diamankan, sopir juga sudah diamankan," kata Ulla. Untuk diketahui, tujuh orang siswa SMK 1 Pandeglang tewas akibat sebuah truk yang membawa 62 orang terguling. Tujuh orang tewas akibat kecelakaan tersebut. Penyebab musibah diduga karena truk kehilangan kendali karena rem blong saat melintas jalan menurun.

Kwarnas lakukan Koordinasi

ImageSementara itu Ketua Kwarnas Pramuka terpilih Adhyaksa Dault mengimbau pihak sekolah untuk lebih teliti dalam memilih kendaraan untuk mengangkut siswa-siswi yang berkegiatan di luar sekolah. Adhyaksa masih berkordinasi untuk menjenguk dan memberikan santunan kepada korban kecelakaan truk maut di Pandeglang, Banten.

"Kita masih kordinasi dengan pengurus lama untuk santunan dan rencana menjenguk," ujar Adhyaksa saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (8/2/2014). Setelah terpilih, Adhyaksa hingga saat ini belum dilantik oleh Presiden SBY.

 Adhyaksa menegaskan bahwa setiap sekolah harus kembali mengecek kendaraan yang akan digunakan untuk kegiatan pramuka. Hal itu untuk mengantisipasi kecelakan seperti yang menimpa para siswa SMKN1 Pandeglang.

 "Inikan musibah, kita prihatin. Sekarangkan sedang ditangani oleh polisi," tutur pria berkumis ini.
Adhyaksa juga menjelaskan sedikit programnya yang akan dijalankan dalam kepengurusan baru Kwarnas Pramuka. Salah satunya akan mendidik guru-guru sekolah agar memahami dan memiliki keahlian yang mumpuni saat berkegiatan pramuka."Nanti guru-guru kita latih. Jadi tidak sekedar pakai baju pramuka setiap Jumat," kata Adhyaksa.

Truk terguling pada Jumat sore berisi 60 siswa-siswi Pramuka. Mereka yang merupakan siswa-siswi SMKN 1 Pandeglang berencana ke Pantai Carita untuk pelantikan Pramuka. Korban meninggal termasuk sopir dan kenek truk. Berikut nama nama korban meninggal kecelakaan tunggal tersebut : 1. Tedi Winarahmandani (18), pelajar, Kampung Pasir Kopi, Desa Banyumas, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang 2. Nuraisiyah (17), pelajar, Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang 3. M Mahfud, pelajar 4. Abdul Rosyad, pelajar 5. Rizal (23), pengemudi, Kampung Kadugadung, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang 6. Muklis (21), kernet, Kampung Kadugadung, Kecamatan Cipuecang, Pandeglang.

SBY Sampaikan Duka Cita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang menimpa siswa-siswi SMK Negeri 1 Pandeglang.

"Semoga keluarga dan pihak sekolah diberi ketabahan," kata SBY dalam akun twitter-nya yang diunggah sekitar sejam yang lalu, Sabtu (8/2/2014).

Diberitakan sebelumnya truk yang membawa rombongan siswa SMK 1 Pandeglang terbalik saat melintas sebuah turunan di desa Bangangah, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tujuh orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

"Kabar sementara 7 orang meninggal," kata saksi mata Ulla Ifham saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (7/2/2014).

Menurut Ulla selain 7 orang tewas ada puluhan orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut."Ada 62 orang siswa di truk tersebut, terbalik," ujar Ulla.

Hingga berita ini diturunkan di lokasi kejadian sedang dilakukan olah kejadian. Truk yang terbalik sudah dipinggirkan. Sebelumnya truk berada di tengah jalan.

Sumber : Tribunnews.com ; detik.com.

Write Comment (0 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Bintang Tahunan Pramuka

Bintang Tahunan Pramuka, yaitu tanda yang diberikan kepada anggota muda Gerakan Pramuka sebagai penghargaan atas kesetiaan kepada organisasi dan keaktifannya sebagai anggota Gerakan Pramuka selama satu tahun atau kelipatannya. Tanda penghargaan Gerakan Pramuka diperuntukkan

Bagi Tanda penghargaan untuk anggota muda  : Pramuka Siaga, Pramuka. Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega.

                                                                             Image   

BENTUK, BAHAN, UKURAN, GAMBAR, DAN WARNA

a. Bentuk Bintang Tahunan Pramuka adalah sebuah bintang bersudut lima (tiga dimensi) dibuat dari logam berwarna perak, dengan ukuran jari-jari 6 mm.

b. Bintang Tahunan Pramuka untuk tahun kedua, ketiga, dan seterusnya dibuat sama dengan Bintang Tahunan seperti tersebut dalam angka 1 di atas, dengan diberi angka berwarna perak, sesuai dengan jumlah tahunnya. Angka itu terletak pada lingkaran berwarna dasar hitam dan bergaris tengah 6 mm terletak di tengah-tengah bintang tersebut.

c. Bintang Tahunan Pramuka ini diberi alas berbentuk lingkaran dengan jari-jari 7 mm, dibuat dari bahan laken, kulit, atau bahan lainnya.

d. Warna alas Bintang Tahunan Pramuka tersebut adalah sebagai berikut:

1) Hijau untuk masa bakti sebagai seorang Pramuka Siaga.

2) Merah untuk masa bakti sebagai seorang Pramuka Penggalang.

3) Kuning untuk masa bakti sebagai seorang Pramuka Penegak.

4) Coklat untuk masa bakti sebagai seorang Pramuka Pandega.

Syarat Penerima Bintang Tahunan Pramuka

a. Bintang Tahunan Pramuka menandai kesetiaan, kepatuhan, kerajinan dan ketertiban seorang Pramuka dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kepramukaan selama satu tahun penuh dan kelipatannya secara berturut-turut.

b. Seorang pramuka (Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega) dapat menerima dan mengenakan Bintang Tahunan Pramuka, apabila yang bersangkutan telah memenuhi syarat  sebagai berikut:

1) Pramuka yang bersangkutan telah dilantik sebagai Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara atau Pramuka Pandega.

2) Selama satu tahun sejak dilantik tersebut, selalu setia mengikuti kegiatan dengan baik pada kegiatan yang diadakan secara berkala di satuannya maupun kegiatan yang diadakan secara insidental. Jika berhalangan mengikuti kegiatan kepramukaan, maka yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Pembinanya.

3) Selama satu tahun sejak dilantik, selalu patuh menjalankan tugas dan kewajiban yang diberikan oleh Pembina Pramukanya.

4) Selama satu tahun sejak dilantik, selalu giat dan rajin melatih diri untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohaninya, sehingga berguna bagi dirinya, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya.

5) Selama satu tahun sejak dilantik, selalu menunjukkan usahanya untuk menepati dan menjalankan Dwisatya dan Dwidarma, Trisatya dan Dasadarma Pramuka.

c. Seorang Pramuka yang selama satu tahun sejak menerima Bintang Tahunan Pramuka pada tahun sebelumnya, masih memenuhi syarat-syarat seperti tersebut pada angka 2 huruf b di atas, dapat menerima dan mengenakan Bintang Tahunan Pramuka untuk tahun kedua, ketiga dan seterusnya.

Tata Cara Pemberian Tanda Penghargaan

Wewenang pengusulan untuk mendapat tanda penghargaan adalah Pembina Gudep yang bersangkutan demikian pula wewenang untuk pemberian, penganugerahan dan pencabutan tanda penghargaan. Namun demikian penganugerahan dapat juga dilimpahkan kepada Kwartir ranting/cabang yang bersangkutan.

Tata Cara Pengusulan, Pemberian, Penganugerahan yaitu adanya Bukti tertulis bahwa yang bersangkutan aktif mengikuti kegiatan dan melakukan tugasnya selama satu tahun. Untuk Penganugerahan tanda penghargaan kepada yang bersangkutan dilakukan dalam suatu upacara, yang dilaksanakan pada saat upacara pembukaan atau penutupan latihan, hari ulang tahun gugusdepan, dan kegiatan lainnya.

Tata Cara Pemakaian dan Masa Berlaku :

1.      Bintang Tahunan Pramuka dipakai di atas saku kanan baju seragam putra di atas tanda WOSM dan untuk seragam putri menyesuaikan. Apabila yang bersangkutan memiliki bintang tahunan lebih dari satu maka yang dikenakan bintang tahunan yang tertinggi)

2.      Urutan penempatan Bintang Tahunan Pramuka ditinjau dari pemakainya, dari kanan ke kiri adalah Bintang Tahunan Pramuka Siaga, Pramuka Pengalang, Pramuka Penegak, lalu Pramuka Pandega.

 

Masa berlaku/masa pemakaian Bintang Tahunan pada satu golongan mempunyai batas waktu sampai pemiliknya menerima Bintang Tahunan berikutnya pada golongan yang sama.

Pengadaan bintang tahunan adalah wewenang kwartir yang bersangkutan.

Write Comment (0 comments)
Mengenal dan Mencintai Lingkungan Bagi Siaga

Pendahuluan

1.      Tuhan  telah menciptakan alam dan isinya sebagai suatu  anugerah yang tak ternilai bagi seluruh mahlukNya. Manusia sebagai mahluk tertinggi harus dapat mensyukuri,menjaga dan memelihara serta memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Alam Indonesia yang terdiri dari hutan, gunung,sawah,lautan, dan sungai menyimpan kekayaan berlimpah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

2.      Keindahan dan kecantikan alam Indonesia yang sudah termashur diseluruh dunia sangat membanggakan untuk dinikmati baik bagi bangsa Indonesia sendiri maupun bangsa lain.

Mengenali dan mencintai alam dan lingkungannya bertujuan  mengembangkan kesadaran pramuka siaga  untuk menghargai, memelihara, menjaga dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya alam beserta lingkungannya

Pengenalan dan penanaman cinta Lingkungan

1.      Dalam kegiatan mengenal dan mencintai alam, Pembina Siaga harus memiliki pengetahuan  tentang alam dan disekitarnya sebagai modal untuk disampaikan kepada pramuka siaga yaitu:

a.      Pengenalan dan mencintai alam diawali dari lingkungan rumah dan sekitarnya.

b.      Pengetahuan tentang alam dan lingkungan Indonesia.

c.      Pengenalan pada  tumbuh-tumbuhan, binatang-binatangnya.

d.      Mengetahui hukum alam.

e.      Pengetahuan cara menjaga dan melestarikan alam.

f.       Pengetahuan hukum/tanda-tanda alam yang terjadi.

2.      Pelaksanaan latihan mengenal dan mencintai alam lingkungan bagi Pramuka Siaga dilakukan sebagai berikut:

a.   Menjaga,memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan disekitar rumah.

b.   Menanam tanaman dan memelihara hewan ternak/hewan piaraan.

c. Mengadakan kunjungan kekebun binatang, kekebun raya atau ketempat lain  yang sejenis dengan kehidupan flora dan fauna.

d.   Membuat herbarium.

e.   Mengunjungi Planetarium.

f.    Menyanyikan lagu-lagu yang berkaitan dengan cinta tanah air Indonesia.

g.   Melaksanakan kegiatan bersih lingkungan.

h.   Permainan cinta alam dan lingkungan.

3.      Usaha yang perlu dilakukan Pembina agar pramuka siaga benar-benar merasakan manfaat mengenal dan mencintai lingkungan antara lain:

a.   Melatihkan setiap materi dengan baik dan benar.

b.      Membungkus dalam bentuk permainan, nyanyian dan cerita yang menarik dan mengandung pendidikan.

c.      Melakukan kunjungan ketempat-tempat yang berkaitan dengan alam dan lingkungan.

Alam, lingkungan dan seisinya merupakan suatu sistem dalam kehidupan yang saling membutuhkan dan saling ketergantungan satu dengan lainnya.  Oleh karena itu kepada pramuka siaga kepedulian akan alam dan lingkungan mutlak untuk dididikkan sedini mungkin, sebagai upaya pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka

Keseimbangan menata alam semesta dengan ekosistem pembangunan modern yang bermanfaat, hanya dapat dimulai dengan menanamkan rasa cinta dan bakti pada anak anak dan pemuda-pemuda Indonesia terhadap alam, bumi pertiwi, tanah air dan bangsa

Write Comment (0 comments)
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 71 - 80 of 611
LAYANAN CHATTING