• Visi : Gerakan Pramuka Menjadi Pilhan Utama Bagi Pembentukan Karakter Kaum Muda
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Lambang Negara

LAMBANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Image 

Setiap Negara mempunyai Lambang Negara menggambarkan kedaulatan, kepribadian dan kemegahan Negara itu. Dalam tahun 1950 Pemerintah Republik Indonesia membentuk suatu panitia khusus untuk menciptakan suatu Lambang Negara.

Panitia tersebut berhasil menciptakan Lambang Negara Republik Indonesia yang berbentuk Garuda Pancasila. Lambang Negara Garuda Pancasila itu disahkan dengan peraturan Pemerintah No. 66 tahun 1951. Selanjutnya telah diatur dalam UU  No : 24 Tahun 2009.

Adalah Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal  Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

 

ARTI LAMBANG NEGARA.

Garuda dengan perisai  memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.

Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45, adalah tanggal, bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

 (1) Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa.

(2)  Pada perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut:

a. dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima;

b. dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai;

c. dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai;

d. dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai; dan

e. dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan atas perisai.

 

 

PENGGUNAAN LAMBANG NEGARA

 

Lambang Negara wajib digunakan di:

a.         Dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;

b.         Luar gedung atau kantor;

c.          Lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;

d.         Paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;

e.         Uang logam dan uang kertas; atau

f.           Materai.

Selain itu Lambang Negara dapat digunakan sebagai :

a.         Cap atau kop surat jabatan;

b.         Cap dinas untuk kantor;

c.          Pada kertas bermaterai;

d.         Pada surat dan lencana gelar pahlawan, tanda jasa, dan tanda kehormatan;

e.         Lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga negara Indonesia yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri, Lambang Negara sebagai lencana atau atribut dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri.;

f.           Penyelenggaraan peristiwa resmi;

g.         Buku dan majalah yang diterbitkan oleh Pemerintah;

h.         Buku kumpulan undang-undang; dan/atau di rumah warga negara Indonesia.

 

 

 

LARANGAN

Setiap orang dilarang:

a.         Mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan lambang negara;

b.         Menggunakan lambang negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;

c.          Membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai lambang negara; dan

d.         Menggunakan lambang negara untuk keperluan selain yang diatur dalam undang-undang.

 

Peraturan Penggunaan Lagu Kebangsaan

PERATURAN PENGGUNAAN LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA

LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA

 

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diatur dengan  UU Nomor : 24 tahun 2009 Tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf Supratman.

 

Penggunaan Lagu Kebangsaan

(1)      Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan dan/atau dinyanyikan untuk :

a.   Menghormati presiden dan/atau wakil presiden;

b.   Menghormati bendera negara pada waktu pengibaran atau penurunan bendera negara yang diadakan dalam upacara;

c.    Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;

d.   Dalam acara pembukaan sidang paripurna majelis permusyawaratan rakyat, dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan rakyat daerah dan dewan perwakilan daerah;

e.   Menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan negara sahabat dalam kunjungan resmi;

f.     Dalam acara atau kegiatan olahraga internasional; dan

g.   Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni internasional yang diselenggarakan di indonesia.

 

(2) Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:

a.      Sebagai pernyataan rasa kebangsaan;

b.      Dalam rangkaian program pendidikan dan pengajaran;

c.       Dalam acara resmi lainnya yang diselenggarakan oleh organisasi, partai politik, dan kelompok masyarakat lain; dan/atau

d.      Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni internasional.

 

Tata Cara Penggunaan Lagu Kebangsaan

a.      Lagu Kebangsaan dapat dinyanyikan dengan diiringi alat musik, tanpa diiringi alat musik, ataupun diperdengarkan secara instrumental.

b.      Lagu Kebangsaan yang diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu strofe, dengan satu kali ulangan pada refrein.

c.       Lagu Kebangsaan yang tidak diiringi alat musik, dinyanyikan lengkap satu stanza pertama, dengan satu kali ulangan pada bait ketiga stanza pertama.

d.      Apabila Lagu Kebangsaan dinyanyikan lengkap tiga stanza, bait ketiga pada stanza kedua dan stanza ketiga dinyanyikan ulang satu kali.

e.      Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

f.        Dalam hal Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kepala negara atau kepala pemerintahan negara lain, lagu kebangsaan negara lain diperdengarkan lebih dahulu, selanjutnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dalam hal Presiden Republik Indonesia menerima duta besar negara lain dalam upacara penyerahan surat kepercayaan, lagu kebangsaan negara lain diperdengarkan pada saat duta besar negara lain tiba, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan pada saat duta besar negara lain akan meninggalkan istana.

 

Larangan

Setiap orang dilarang:

a.      Mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, katakata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan;

b.      Memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu Kebangsaan dengan maksud untuk tujuan komersial; atau

c.     Menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan dengan maksud untuk tujuan komersial.

 

Sejarah Lagu Kebangsaan

SEJARAH LAGU KEBANGSAAN INDONESIA


PENDAHULUAN

Setiap bangsa di dunia ini memiliki lagu kebangsaannya. Lagu kebangsaan itu bukanlah sekedar merupakan lagu untuk keindahan belaka, tetapi merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa yang bersangkutan. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional dan mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsa.

a. Setiap bangsa gembira, bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatakan dan didengungkan dan mereka menghormatinya dengan khidmat.

b. Suatu insiden antara dua bangsa akan terjadi apabila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan bangsa lain. Penghinaan terhadap suatu lagu kebangsaan dirasakan sebagai penghinaan terhadap bangsa pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubungan internasional antara bangsa-bangsa di dunia, maka setiap bangsa berkewajiban untuk menghormati bangsa lain.

c. Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah milik bangsa Indonesia. “Indonesia Raya” merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan dan Negara Indonesia. Ia merupakan pula pemersatu bangsa dan tekad bangsa Indonesia.

d. “Indonesia Raya” yang berkumandang di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, meskipun mereka hanya menggunakan bambung runcing untuk melawan tentara colonial yang bersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih adalah kehormatan bangsa dan Negara Indonesia.

e.. Gerakan Pramuka mempunyai tugas untuk menjadikan setiap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup dan berani mempertahankan serta mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya.

f.. Oleh karena itu, kepada setiap Pramuka Indonesia harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu, maka setiap Pramuka Indonesia harus mengetahui dan menghayati arti dan sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Setai Pramuka harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan benar dan baik serta memiliki rasa hormat terhadapnya.

g. Tugas Pembina Pramuka antara lain adalah untuk membina setiap Pramuka menjadi patriot yang memiliki rasa hormat kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lgu Kebangsaan Indonesia Raya di bumi Indonesia.

h. Untuk suksesnya tugas itu, maka setiap Pembina Pramuka pertama-tama harus menjadikan dirinya sebagai patriot yang memiliki rasa hormat kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di bumi Indonesia. Dia adalah contoh hidup bagi setiap pramuka.

i. Uraian tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya beserta sejarahnya ini hanya sekedar pegangan bagi para Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, setiap Pembina Pramuka berkewajiban untuk berusaha mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan Lagu kebangsaan Indonesia Raya.

SEJARAH LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA
Indonesia Raya” sebelum 17 Agustus 1945.

1. Lagu “Indonesia Raya” adalah gubahan komponis Muda Indonesia bernama Wage Rudolph Soepratman.

2. Almarhum Wage Rudolph Soepratman adalah seorang guru dan juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda” dan pengarang buku. Sejak kecil Soepratman gemar sekali bermain biola.

3. Wage Rudolph Soepratman adalah putra seorang sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Soepratman dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903 dan meninggal dunia pada malam selasa tanggal 16 Agustus di Surabaya.

4. Semangat nasional telah mengisi seluruh jiwa Soepratman pada waktu itu. Semangat yang berwujud kemauan ingin menciptakan Lagu Kebangsaan. Akhirnya ia dapat menciptakan Lagu Indonesia Raya.

  1. Lagu Indonesia Raya tiu dipersembahkan oleh Soepratman kepada masyarakat di dalam konggers Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesiche Club, Jln.Kramat 106 Jakarta. Lagu Indonesia Raya untuk pertama kali diperdengarkan dalam Konggres itu sesuai pula dengan semangat Persatuan Pemuda yang menyala-nyala pada waktu itu, maka ketika Lagu Indonesia Raya diperkenalkan kepada peserta konggres, dengan serta merta lagu itu mendapat sambutan yang hangat sekali.
  2. Sejak tiu pada tiap-tiap pertemuan Pemuda Indonesia selalu dibuka dan ditutup dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Organisasi Rakyat Indonesia, Partai Politik, Organisasi Pemuda, Wanita, Kepanduan (Kepramukaan), seluruh rakyat Indonesia yang sadar, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai Lagu Kebangsaan.
  3. Pada jaman penjajahan, Lagu Indonesia Raya sering dilarang, dihalang-halangi oleh Pemerintahan Kolonial Belanda oleh suatu ketika Pemerintah Jepang di Indonesia. Pemerintah Belanda telah pula meminta agar kata-kata dalam lagu Indonesia Raya diubah. Akan tetapi berkat semangat perjuangan dan Peraturan Rakyat dan Pemuda Indonesia segala rintangan itu dpata dilenyapkan
                “Indonesia Raya” setelah 17 Agustus 1945.

  1.  Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya selama perang Kemerdekaan telah merupakan sublimasi pengorbanan perjuangan rakyat dan Pemuda Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan serta menegakkan Kemerdekaan.
  2. Dalam Undang-Undang Dasar sementara Republik Indonesia tahun 1950 pasal 3 ayat 2 Lagu Indonesia Raya ditetapkan dengan resmi sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia.
Pandangan, Pendapat dan Aspirasimu Tentang Undang Undang Pramuka

ImageDi Tahun 2008, Undang Undang Tentang Gerakan Pramuka diharapkan masuk dalam agenda pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Tidak menutup kemungkinan para wakil rakyat juga akan mendengarkan/ menampung aspirasi warga Gerakan Pramuka maupun Warga Negara Indonesia lainnya.

Saran, pendapat dan masukan yang aspiratif akan menentukan perjalanan Gerakan Pramuka di masa mendatang.

Seperti apakah bentuk format / klausul yang menurut anda harapkan, agar dicatat dan dicantumkan dalam Undang-undang tersebut ? Tuangkan  pandangan, pendapat dan aspirasi anda.

Semoga para anggota Dewan yang terhormat, mendengarkan, menampung, memperhatikan dan menindaklanjuti seluruh usulan dan masukan sebagai bahan pembahasan selanjutnya, seperti yang anda tulis disini.

Bikin Format Wacana Paranpara

Bagi para Pembina/ Pelatih yang telah melaksanakan/ menyelesaikan masa tugasnya, kemudian dilanjutkan dengan acara Pelantikan / pengukuhan, yakni pemberian penghargaan atau berupa tanda pengesahan.

Didalam susunan acara pelantikan / pengukuhan terasebut selalu disisipkan acara yaitu Pembacaan Paranpara. Paranpara merupakan tanda/ surat pengesahan bagi yang dilantik/ dikukuhkan.

Berikut ini salah satu format paranpara dalam Pengukuhan Pembina Mahir lanjutan, dan tentu saja yang berwenang melaksanakannya adalah Kwartir Cabang.

 

Contoh Format

 

 

GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR CABANG KOTA/ KAB.................

Jl. ……………………………………………….

 

 

WACANA PARANPARA

Nomor :

 

Dengan Rachmat dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Hari…………,tanggal……………..bulan ………….tahun ………… Dewan Kehormatan Kwarti Cabang Gerakan Pramuka Kota/ Kab. …………….menyelenggarakan sidang tebuka dalam rangka melantik dan mengukuhkan Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan.

Memperhatikan bahwa para calon yang akan dilantik telah selesai mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan dan selanjutnya telah menyelesaikan tugas-tugas pengembangan dan membina di Gugusdepan.

Bahwa berdasarkan laporan para pendamping Pembina Pramuka Mahir Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota/ Kab. ………….para calon menunjukan semangat yang tinggi dengan jiwa suka dan rela untuk membina Generasi Muda lewat Gerakan Pramuka.

Untuk meningkatkan pengabdiannya dan memberikan motivasi keteladanan sebagai penyandang Pembina Pramuka Mahir, Dewan Kehormatan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota/ Kab. ………..dalam rapat tanggal ..............................memutuskan/menetapkan

  1. Nama-nama tersebut dalam lampiran surat Wacana Paranpara nomor ....... Tahun ........... dinyatakan lulus sebagai Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan.
  2. Kepadanya diberikan hak untuk mengenakan atribut Pembina Pramuka Mahir sesuai dengan petunjuk Penyelenggaraan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang belaku.
  3. Setelah dilantik dan dikukuhkan sebagai Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan kepadanya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengabdiannya demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kota / Kab………………….
  4. Selanjutnya kami mohon kepada Kakak Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota/ Kab. ..................untuk berkenan melantik dan mengukuhkan para Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan.

Semoga Tuhan memberikan Rahmad dan Hidayah-Nya.

Amin.

 

Kota/ Kab, tanggal......................

Dewan Kehormatan

Kwartir Cabang Kota/ Kab.........

K e t u a

 

 

.......................................

SHL. :

 

 

 

Lampiran Paranpara

 

 

GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR CABANG KOTA/ KAB.................

Jl. ……………………………………………….

 

 

LAMPIRAN WACANA PARANPARA

Nomor :

 

 

TENTANG

DAFTAR NAMA PESERTA PELANTIKAN

PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT LANJUTAN

NO

N A M A

GUDEP

PANGKALAN

MAHIR GOL

1.

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

4.

 

 

 

 

5.

 

 

 

 

6.

 

 

 

 

7.

 

 

 

 

8.

 

 

 

 

9.

 

 

 

 

10.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua Dewan Kehormatan

Kwartir Cabang Kota / Kab. ………

 

 

---------------------------

SHL. :

Write Comment (3 comments)
<< Start < Previous 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Results 431 - 440 of 643
LAYANAN CHATTING