• Visi : Gerakan Pramuka Menjadi Pilhan Utama Bagi Pembentukan Karakter Kaum Muda
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Jenjang Sistem Diklat Anggota Dewasa (Bag.1)

Sistem Pendidikan dan Latihan untuk Anggota Dewasa merupakan bagian dari proses pembinaan anggota dewasa   yang secara garis besar terdiri atas kursus,  pertemuan dan kegiatan.

Kursus Pembina Pramuka Mahir

adalah kursus linier yang dilaksanakan secara beurut dan berjenjang.. Kursus ini terdiri atas dua jenjang yaitu:

1) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) 

KMD adalah jenjang pertama Kursus Pembina Mahir. Peserta KMD adalah anggota dewasa ( Pembina) dan Pandega yang akan membina  peserta didik di Gugusdepan.

Narakarya I

Setelah selesai KMD, mereka  diharuskan melaksanakan masa pengembangan yang disebut dengan narakarya I, yaitu mempraktekkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya, guna mendapatkan pengalaman membina pada gugusdepan selama 6 bulan . Pada masa pengembangan didampingi seorang Pelatih Pembina. Mereka yang telah menyelesaikan Narakarya I berhak mendapatkan surat keterangan dan Surat Hak Bina ( SHB).

Selanjutnya dapat mengikuti jenjang berikutnya

2) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML)

KML adalah jenjang kedua Kursus Pembina Pramuka Mahir yang dititikberatkan pada praktek membina satuan. Peserta KML adalah lulusan KMD dan menyelesaikan masa pengembangan (Narakarya I ) dan akan memilih spesialisasi Pembina Pramuka Golongan Siaga, Penggalang dan  Penegak /Pandega

Narakarya II

Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan masa pemantapan  untuk membina pada gugudepan selama 6 bulan . Pada masa pemantapan didampingi seorang Pelatih Pembina. Mereka yang telah menyelesaikan Narakarya II berhak dilantik menjadi Pembina Mahir, mengenakan selendang dan pita mahir serta Ijasah.

Kursus Pembina Pramuka Mahir (Dasar dan Lanjutan) merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan, karena saling melengkapi.

Skema Penjejangan pada KMD dan KML :

 Image

 Baca SK  Kwarnas ( Lbr.1) tentang Sistem Diklat Bagi Anggota Dewasa Klik Disini

 

Write Comment (10 comments)
Penyebutan Yang Bikin Salah Kaprah

      ImageDalam lingkungan Gerakan Pramuka, banyak mengenal beberapa istilah atau singkatan singkatan yang kadangkala orang keliru dalam bahasan kata atau peyebutannya. Hal ini menjadi yang biasa karena kebiasaan yang dilafalkan dan “dianggapkan” dalam kehidupan sehari hari . Demikian pula dianggap memiliki kedekatan (dihubung hubungkan) maknanya, yang belum tentu benar sesuai  arti yang sesungguhnya. Misalnya saja seperti di bawah ini.

 

1.   Di Lingkungan gugusdepan, seseorang yang setiap kali memberikan latihan kepramukaan berarti orang tersebut melatih pramuka. Karena melatih,  maka dengan gampang saja mereka itu  dikatakan Pelatih. Hal ini biasa terjadi karena orang tersebut dianggap sering melatih peserta didik.  Padahal yang disebut dengan Pelatih dalam gerakan pramuka adalah anggota pramuka dewasa yang telah menyelesaikan pendidikan minimal Kursus Pelatih Dasar  (KPD).

2.   Di lingkungan Penegak Pandega kita mengenal yang namanya Dewan Kerja Penegak dan Pandega. Ditingkat Nasional disebut dengan Dewan Kerja Nasional ( DKN ), kemudian Dewan Kerja Daerah ( DKD ), Dewan Kerja Cabang (DKC ) dan Dewan Kerja Ranting ( DKR ), namun masih sering  orang menyebut satuan ambalan dengan sebutan Dewan Kerja Ambalan (seolah disingkat DKA), yang benar adalah Dewan Ambalan saja tanpa kata “Kerja”.

3.   Di Lingkungan Gerakan Pramuka , dilihat dari sistem komunikasi dan hubungan pembina dengan peserta didik adalah “kakak dan adik”, ternyata untuk sebutan ini  tidak berlaku untuk golongan pramuka siaga, buktinya Yahnda dan Bunda memanggil mereka dengan sebutan “anak-anak siaga”  dan bukan “adik-adik siaga”.

4.  Di Satuan Ambalan  kita menyebut pemimpin ambalan dengan nama jabatannya yaitu Pradana, adakalanya untuk memudahkan panggilan dan membedakan antara pemimpin ambalan putra dan pemimpin ambalan putri , mereka menyebut dengan panggilan pradana untuk putra sedangkan Ambalan putri  dipanggil dengan nama Pradani. Sebenarnya Pemimpin ambalan tetap disebut pradana, yang membedakan hanyalah yang satu dipimpin putra dan yang satunya dipimpin putri.

 

Tentunya masih banyak istilah atau singkatan yang salah sebut, dan ada baiknya segera diluruskan agar tidak menjadi semakin “salah kaprah”. Masihkah ada lagi ?

Write Comment (5 comments)
Bus Pramuka Diserang Suporter Bola

ImageBus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah yang ditumpangi 20 anggota Pramuka Kwarcab Banyumas dirusak oleh puluhan suporter bola. Akibat kejadian tersebut salah seorang penumpang pramuka harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian ini terjadi saat bus melewati perbatasan Banyumas-Purbalingga, pada Rabu (22/2/2012) sekitar pukul 17.00 WIB. Beberapa penumpang juga mengalami luka ringan.

Puluhan pemuda yang melakukan perusakan tersebut diduga dari suporter Persibangga Purbalingga. Bus plat merah bertuliskan 'Pemkab Banyumas' itu dirusak saat melintas di jalan Raya Jompo, Sokaraja-Banyumas, Jawa Tengah atau tak jauh dari tugu perbatasan dan pos Satlantas Purbalingga, oleh puluhan pemuda bersepeda motor

Sekitar 15 menit, puluhan pemuda tersebut melempari bus dengan batu, bambu dan rantai gir sepeda motor. Kaca depan, samping kanan dan belakang bus warna putih rusak parah. Batu seukuran kepalan tangan dewasa ditemukan di dalam bus. Perusakan bus ini dilatarbelakangi pertandingan sepak bola antar kabupaten yang bertetangga. Rabu sore di Stadion Goentur Darjono, Purbalingga. Pertandingan antara Persibangga Purbalingga dengan Persibas Banyumas tersebut dimenangkan oleh Persibangga Purbalingga dengan skor 1-0.

Seorang saksi mata, Arhanu Nugroho Eka Saputra (19) melihat bus dari arah timur sudah dibuntuti puluhan suporter. Begitu bus melintas tugu perbatasan, saksi melihat pengendara motor yang berboncengan mengedor-gedor bus dan mulai melempari batu. Begitu bus berhenti, ia masih melihat para pemuda merusak bus.

"Usai merusak mereka kabur berbalik arah. Ada beberapa juga yang ditangkap polisi," kata Nugroho yang saat kejadian sedang duduk di depan warnet tak jauh dari lokasi kejadian.

Saksi korban, Hariana Adhy Candra (27), menderita luka bocor di bagian kepala karena lemparan batu dari arah depan. Andalan Seksi Protokoler Kwarcab Banyumas ini sempat memberi aba-aba ke penyerang bahwa mereka rombongan pramuka namun tetap diserang.

"Mereka melempari dari arah depan, kanan dan belakang. Anak-anak saya minta tiarap. Hampir 15 menit kami dilempari," kata Heriana yang duduk di kursi depan samping kiri. Ia mengisahkan saat bus dilempari suasana di dalam bus sangat mencekam. Banyak anak-anak perempuan yang menangis dan sebagian lagi memekikan 'Allohu Akbar'.

"Kita tak tahu kenapa diserang. Semua tiarap hingga seorang warga masuk ke bus dan memberitahukan sudah aman," kata Heriana warga Rawalo, Banyumas.

Kasi Bina Muda Kwarcab Banyumas, Handoko mengatakan rombongan tersebut merupakan kontingen Lomba Tingkat (IV) Jawa Tengah yang dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Banyumas. Bus tersebut berisi 16 pelajar SMPN 1 Patikraja dan SMPN 1 Sumbang, satu sopir dan tiga pembina pendamping.

"Anak-anak mengalami shock, mereka ketakutan dan segera dievakuasi menggunakan truk dalmas ke sanggar pramuka untuk dijemput keluarga," kata Handoko yang menambahkan regu putra berhasil menyabet juara umum di perkemahan yang digelar Sabtu-Rabu (18-22/2/2012).

Selain mengakibatkan korban luka dan ketakukan, perusakan juga mengakibatkan kaca-kaca bus mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan, samping kanan dan belakang. Sampai berita ini diturunkan polisi dari Polres Banyumas masih berjaga jaga di TKP yang merupakan daerah perbatasan kedua kabupaten.

Berita Video disini : http://youtu.be/KdGtiYtYPXI

(sumber : news.detik.com)

Write Comment (7 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Mengapa ada LT (Lomba Tingkat)

ImageBahwa “berlomba” merupakan sifat anak, remaja dan juga pemuda dalam kegiatannya sehari-hari dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Ikut lomba bisa bikin siapapun berusaha mencapai keinginan untuk berhasil. Kegiatan yang diikuti oleh golongan Pramuka Penggalang ini memiliki anggota sebanyak 8 orang tiap regunya. Jadi LT ( lomba Tingkat ) merupakan pertemuan Regu-regu Pramuka Penggalang dari suatu satuan Pramuka atau dari berbagai satuan Pramuka dengan acara kegiatan kreatif, rekreatif dan edukatif dalam bentuk perlombaan. LT adalah salah satu alat untuk mengevaluasi serta meningkatkan kecakapan dan kemampuan para Pramuka Penggalang, sejauh mana para pembina di daerah melatih dan membekali peserta didik dengan berbagai ketrampilan, kecakapan, pengetahuan dan menerapkan pendidikan latihan di satuan pangkalannnya masing-masing.

LT dilaksanakan secara berjenjang, dari LT I sampai dengan LT V di tingkat Nasional, dan Peserta LT yang ikut di kegiatan ini adalah pemenang dari LT di tingkat sebelumnya, keanggotan regu Penggalang yang ikut LT juga tidak berubah, artinya tiap regu tidak boleh berganti orang, maka di kegiatan LT ini tidak ada peserta cadangan layaknya pertandingan sepakbola atau pertandingan lainnya pada umumnya. Tapi perlu diingat LT ini bukan semacam pertandingan atau mengadu atlet pramuka karena LT adalah Kegiatan yang berbentuk perlombaan yang dilaksanakan atas landasan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan yang berupa Janji Satya dan Darma Pramuka, serta memupuk persaudaraan dan persatuan di kalangan para Pramuka Penggalang.

Selanjutnya LT dilaksanakan dalam suasana riang dan gembira, persaudaraan, gotong-royong dan saling membantu, serta memberi kesan yang baik kepada para peserta, para pelaksana, para orang tua dan masyarakat.

Dalam LT ini menggunakan istilah berprestasi untuk menggantikan istilah menang dan juara dengan maksud menghindari perbuatan-perbuatan yang semata-mata untuk mengejar kemenangan dan kejuaraan, melainkan untuk meningkatkan prestasi serta kesehatan mental dan fisik para pesertanya.

Karenanya keberhasilan satuan regu tidak hanya dinilai dari sisi keberhasilan material saja akan tetapi juga keberhasilan dalam pembentukan karakter bagi pramuka Penggalang, itulah sebenarnya layak diberikan sebutan bagi Regu Berprestasi.

 

by : Kanda Gunawan Surendro

Write Comment (2 comments)
Abal-abal merambah Pramuka

Kwartir Nasional telah keluarkan surat edaran bernomor :0067/00-AA tertanggal 7 Pebruari 2012 tentang pemberitahuan. Hal ini terkait dengan adanya permintaan sejumlah uang kepada kwartir cabang maupun kwartir daerah yang pada intinya untuk meminta ( transfer ) uang dan memberikan janji-janji bantuan untuk kwartir. Silahkan simak surat edaran di bawah ini :

 Image

Model tipu2 semacam ini sudah marak di negeri ini, bahkan via SMS maupun email.,dari yang minta tranfer sejumlah uang sampai minta dikirimi pulsa segala. Ada juga yang lagi trend saat ini ,yaitu bikin website abal-abal yang biasanya menawarkan barang dengan harga murah, setelah tranfer sejumlah uang barang nggak nyampe ke pemesan.   Hati-hatilah dengan model tipu-tipu dari gaya yang konvensional sampai yang canggih sekalipun. Konfirmasi dan recek kembali dengan pihak terkait, merupakan salah satu upaya kita menangkal agar tidak jadi korban penipuan.

Write Comment (4 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
<< Start < Previous 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Results 231 - 240 of 643
LAYANAN CHATTING