Turut berduka cita, telah wafat Kakak Prof.DR.dr. Azrul azwar. MPH (Ka. Kwarnas 2003 - 2013)
header image
Pramuka net home arrow Tekpram
Blog - Content Section Layout
Menpora Buka Munaslub 2012.

ImagePenyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Gerakan Pramuka menjadi benar-benar “luar biasa” karena pertama dalam sejarah kepengurusan Gerakan Pramuka diadakan sejak berdirinya pada tahun 1961. Musayawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Gerakan Pramuka dibuka oleh Menpora Andi Mallarangeng di Pusdiklatnas Pramuka Cibubur, Sabtu (28/4) pagi. Andi berharap acara tunggal melahirkan AD/ART dapat terwujud dengan pasal-pasal yang memaknai revitalisasi Gerakan Pramuka. "Sehingga nantinya gerakan pramuka akan lebih seksi," ujarnya.

Menurut Andi, diselenggarakannya Munaslub yang pertama bagi Gerakan Pramuka Nasional merupakan kebutuhan untuk memenuhi amanat Undang-Undang Gerakan Pramuka No. 12 tahun 2010. Pada pasal 47 huruf d disebutkan, bahwa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga wajib disesuaikan dengan ketentuan undang-undang ini paling lambat dua tahun setelah undang-undang diumumkan. Pembahasannya dilaksanakan dalam sebuah munaslub, sedangkan pengesahannya dilakukan pada Musyawarah Nasional tahun 2013.

"Jadi, maknanya yang menyesuaikan diri adalah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kepada undang-undang, bukan sebaliknya," kata Menpora di hadapan pengurus pusat Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah 33 provinsi.

Makna penyesuaian juga bukan sekedar penyesuaian, tapi menggali yang lebih dalam lagi sehingga melahirkan pasal-pasal revitalisasi, namun tidak meninggalkan inti dari gerakan pramuka itu sendiri. Tujuan dari pendalaman itu adalah agar pramuka menjadi pilihan utama kegiatan kaum muda ke depannya, sehingga pasal-pasalnya menyesuaikan perkembangan zaman.

Sejak kelahiran undang-undang kepramukaan, Menpora memang tidak hentinya dalam setiap sosialisasi mengedapankan perlunya revitalisasi gerakan pramuka. Revitalisasi mulai dari struktur organisasi, sumber daya manusia, seragam, sampai pada kegiatannya.

Menurut Menpora, lebih dari 300 ribu gugus depan yang ada banyak yang tinggal nama. Adanya undang-undang ini diharapkan gugus depan itu hidup kembali. Di setiap kecamatan diharapkan ada dua pembina yang aktif menghidupkan gugus-gugus depan tersebut.

Munaslub yang mengusung tema ”Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia” ini diikuti oleh utusan daerah seluruh Indonesia yang terdiri dari Ketua Kwarda, Sekretaris Daerah, dan Waka Kwarda atau Pengurus Kwarda . Selanjutnya utusan pusat adalah berjumlah 3 orang yang diberi kuasa oleh Ketua Kwartir Nasional. Sehingga jumlah keseluruhannya sebanyak 102 orang peserta.

(sumber : Kemenpora )

 

Write Comment (1 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Ketua Kwarnas Buka Rakernas Gerakan Pramuka 2012

ImageJakarta: Penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka tahun 2012 diawali dengan Rapat Paripurna Andalan Nasional, yang akan berlangsung pada Kamis (26/04) pukul 08.00 s.d 12.30 WIB di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, para Andalan Nasional akan mendengarkan paparan program kerja Gerakan Pramuka untuk Tahun2012 dan 2013 dari setiap Wakil Ketua Kwarnas. Termasuk di agendanya adalah pemaparan tentang program Messenger of Peace dan Lomba Pramuka Penggalang Tingkat Nasional (LT V).

Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Azrul Azwar menyinggung kegiatan yang akan dilaksanakan pada 25 Juni s.d 1 Juli 2012 di Papua, "Pada Kegiatan Raimuna Nasional tersebut beberapa negara sudah menyampaikan keikutsertaanya, Vietnam, Kamboja malah akan mengirim 100 peserta, Bruneii Darussalam mengirim 10 peserta dan dari Singapura juga ada." Rencananya kegiatan akan dilanjutkan dengan Seminar Ilmiah Tentang Gerakan Pramuka hingga petang nanti. (humaskwarnas)

Write Comment (1 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Butir Materi SKU Penegak Bantara

ImageCara menyelesaikan SKU dilakukan melalui ujian SKU . Ujian SKU adalah menilai kecakapan pramuka Penegak untuk memperoleh Tanda Kecakapan Umum ( TKU ), sehingga kecakapan yang dimilikinya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan sesuai dengan keadaan dan kemampuan Penegak.

Bagi pembina Penegak ujian SKU merupakan salah satu usaha untuk meyakini :

 

-          Hasil proses pendidikan yang telah diselenggarakan.

-          Usaha yang dilakukan oleh Peserta Didik.

-          Kemampuan pembina dalam melaksanakan tugasnya.

Penguji SKU adalah Pembina yang langsung membina Penegak. Pembina yang bersangkutan dapat meminta orang lain di luar anggota Gerakan Pramuka untuk menguji. Misalnya orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, orang tua atau wali penegak, namun penyelesaian akhir menjadi tanggungjawab pembinanya.

 

Berikut butir-butir Materi SKU Penegak Bantara :

JENIS PENGEMBANGAN

NO

BUTIR SKU

Spritual

1.a

Agama Islam

 

a.   Dapat menjelaskan makna Rukun Iman dan Rukun Islam.

b.   Mampu menjelaskan makna Sholat berjamaah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu.

c.   Mampu menjelaskan makna berpuasa serta macam-macam Puasa

d.   Tahu tata cara merawat dan mengurus jenazah (Tazhizul Jenazah)

e.   Dapat membaca doa Ijab Qobul Zakat

f.    Dapat menghafal minimal sebuah hadist dan menjelaskan hadist tersebut

1.b

Agama Katolik

 

a.   Tahu dan paham makna dan arti Gereja Katolik.

b.   Dapat memimpin doa dan membangun serta membuat gerakan  cinta kasih pada keberagaman agama di luar gereja katolik

1.c

Agama Kristen Protestan

 

a.   Mendalami Hukum Kasih dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.d

Agama Hindu

 

a.   Dapat menjelaskan sejarah perkembangan agama Hindu di tujuan kelahiran menjadi manusia menurut agama Hindu

b.   Dapat menjelaskan makna dan hekekat ajaran Tri Hita Karana dengan pelestarian alam lingkungan

c.   Dapat mempraktekkan bentuk gerakan Asanas dari Hatta Yoga

d.   Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita

e.   Dapat mendeskripsikan struktur , fungsi dan sejarah pura dalam cakupan Sad Kahyangan

1.e

Agama Budha

 

a.   Saddha: Mengungkapkan Buddha Dharma sebagai salah satu agama

b.   Saddha: Mengungkapkan Buddha Dharma sebagai salah satu agama

c.   Menjelaskan sejarah Buddha Gotama

d.   Menjelaskan Tiratana sebagai pelindung

e.   Menjelaskan kisah-kisah sejarah penulisan kitap suci Tripitaka

Emosional

2

Berani menyampaikan kritik dan saran yang membangun dengan sopan dan santun kepada sesama teman

3

Dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik

Sosial

4

Dapat hidup bersama antara umat beragama dan toleransi dalam bakti

5

Mengikuti pertemuan Ambalan sekurang-kurangnya 2 kali setiap bulan

6

Setia membayar iuran kepada Gugusdepan, dengan uang yang seluruh atau sebagian diperolehnya dari usaha sendiri

7

Dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari

8

Telah membantu mengelola kegiatan di Ambalan

9

Telah ikut aktif kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali

10

Dapat menampilkan kesenian daerah di depan umum minimal satu kali

Intelektual

11

Mengenal, Mengerti dan Memahami isi AD & ART Gerakan Pramuka

12

Dapat menjelaskan sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia

13

Dapat menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan

14

Dapat menjelaskan bentuk pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

15

Dapat menjelaskkan tentang organisasi ASEAN dan PBB

16

Dapat menjelaskan tentang kewirausahaan.

17

Dapat mendaur ulang barang tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat

18

Dapat menerapkan pengetahuannya tentang tali temali dan pionering dalam kehidupan sehari-hari

Fisik

19

Selalu berolahraga, mampu melakukan olahraga renang gaya bebas dan menguasai 1 (satu) cabang olahraga tim

20

Dapat menjelaskan perkembangan fisik laki-laki dan perempuan

21

Dapat memimpin baris berbaris sangganya, dapat menjelaskan tentang gerakan baris berbaris kepada anggota sangganya yang terdiri atas gerakan di tempat

22

Dapat menyebutkan beberapa penyakit infeksi, degeneratif dan penyakit yang disebabkan perilaku tidak sehat

23

Ikut serta dalam perkemahan selama 3 hari berturut - turut

Write Comment (25 comments)
Standar Kompetensi Pengujian SKU Penegak Bantara


ImagePendidikan Kepramukaan mendorong peserta didik untuk mengembangkan segala dimensi kepribadian secara seimbang. Hal tersebut merupakan dorongan dalam mengeksplorasi pertumbuhan dari segala kemungkinan yang bisa diraih untuk menjadi manusia seutuhnya. Guna mencapai tujuan tersebut, kepramukaan mengembangkan area-area perkembangan, mencakup keragaman yang luas dalam dimensi kepribadian manusia, serta mengaturnya dalam struktur kepribadian.

Area Pengembangan kepribadian meliputi, pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik.

Setiap area pengembangan memiliki kompetensi akhir yang harus dicapai. Kompetensi akhir dijabarkan secara secara berkesinambungan dan meningkat menjadi kompetensi dasar yang harus dicapai ditingkat Penegak Bantara.

Kompetensi ini dimaksudkan untuk memberikan arah pengembangan pribadi, menetapkan arah potensi yang dapat dicapai oleh setiap tingkatan Pramuka Penegak sesuai dengan usia dan sifat pribadi masing-masing serta berfungsi sebagai dasar untuk untuk mengetahui perkembangan pribadi. Kompetensi akhir merupakan sasaran yang diharapkan dapat dicapai setelah secara bertahap Pramuka Penegak menempuh syarat kecakapan Umum.

Berikut Area pengembangan dan standar kompetensi yang harus dicapai :

                                                                

AREA PENGEMBANGAN

STANDAR KOMPETENSI

Kompetensi Akhir

Kompetensi Dasar

Spritual

Taat Beribadah, mengamalkan ajaran Agama, dan kepercayaan yang diyakininya, serta menghormati agama da kepercayaan orang lain

a.   Mampu mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bernilai spiritual.

b.   Mampu melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai dengan keyakinannya.

Emosional

Mampu menentukan sikap dan gaya hidup serta merencanakan masa depan dan pekerjaannya

a.   Mampu berkomunikasi dengan orang tua dan teman secara santun.

b.   Mampu mengendalikan emosi dan berfikir secara logis.

c.   Mampu menyampaikan pendapat dan menerima perbedaan pendapat dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Sosial

Mampu bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dan menjaga kelestarian lingkungan serta memiliki kepedulian sosial.

a.   Mampu mengenal Kepribadian orang lain dan tidak berprasangka buruk.

b.   Mampu memimpin kelompoknya dan memberikan kontribusi terhadap organisasi sosial lain yang dilakukan secara individu atau kelompok

Intelektual

Mampu menunjukan semangat dan daya kreatifitas uang tinggi dalam mengaplikasikan pengetahuan, tehnologi dan ketrampilan kepramukaan yang dimilikinya

a.  Mampu memilih bidang pengetahuan yang diminati untuk menunjang cita-citanya.

b.  Mampu membuat kesimpulan, kritik dan saran terhadap hal yang dipelajari.

c.  Mapu berpartisipasi aktif dalam kegiatan tehnologi tepat guna.

Fisik

Mampu melindungi kesehatan dan dapat menerima kondisi fisiknya, memanfaatkannya serta memiliki sportifitas dan kesadaran hidup sehat

a.   Mampu menjaga kebugaran tubuhnya agar tetap sehat dan prima serta memanfaatkan kemapuan fisiknya.

b.   Mampu menjelaskan perbedaan perkembangan fisik dan psikologi antara lelaki dan perempuan..

 Butir Materi SKU Penegak Bantara Klik Disini

 Download SKU S,G,T dan D silahkan klik disini

Write Comment (1 comments)
Bapak Pramuka Indonesia

Sri Sultan HB. IX, Sang Bangsawan yang Demokratis

 

ImageSri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912-Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakartadan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau kita kenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

 

Biografi
Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwono IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda,  disinilah beliau sering mendapat panggilan “SultanHenkie”.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan contoh bangsawan yang demokratis. Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat HB IX menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta di kemudian hari. Berbagai tradisi keraton yang kurang menguntungkan dihapusnya dan dengan alternatif budaya baru HB IX menghapusnya.

 

Meski begitu bukan berarti ia menghilangkan substansi sendiri sejauh itu perlu dipertahankan. Bahkan wawasan budayanya yang luas mempu menemukan terobosan baru untuk memulihkan kejayaan kerajaan Yogyakarta. Bila dalam masa kejayaan Mataram pernah berhasil mengembangkan konsep politik keagungbinataraan yaitu bahwa kekuasaan raja adalah agung binathara bahu dhenda nyakrawati, berbudi bawa leksana ambeg adil para marta (besar laksana kekuasaan dewa, pemeliharaan hukum dan penguasa dunia, meluap budi luhur mulianya, dan bersikap adil terhadap sesama), maka HB IX dengan wawasan barunya menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi bawa laksana.

 

Menentang penjajahan dan mendorong kemerdekaan Indonesia.

 

Wawasan kebangsaan HB IX juga terlihat dari sikap tegasnya yang mendukung Republik Indonesia dengan sangat konsekuen. Segera setelah Proklamasi RI ia mengirimkan amanat kepada Presiden RI yang menyatakan keinginan kerajaan Yogyakarta untuk mendukung pemerintahan RI. Ketika Jakarta sebagai ibukota RI mengalami situasi gawat, HB IX tidak keberatan ibukota RI dipindahkan ke Yogyakarta. Begitu juga ketika ibukota RI diduduki musuh, ia bukan saja tidak mau menerima bujukan Belanda untuk berpihak pada mereka, namun juga mengambil inisatif yang sebenarnya dapat membahayakan dirinya, termasuk mengijinkan para gerilyawan bersembunyi di kompleks keraton pada serangan oemoem 1 Maret 1949. Jelaslah bahwa ia seorang raja yang republiken. Setelah bergabung dengan RI, HB IX terjun dalam dunia politik nasional.

 

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.Berikut jabatan yang pernah di embannya :

a.      Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945)

b.      Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)

c.      Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948)

d.      Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949)

e.      Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949)

f.       Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950)

g.      Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951)

h.      Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)

i.       Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)

j.       Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)

k.      Ketua Federasi ASEAN Games (1958)

l.       Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)

m.    Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)

n.      Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)

o.      Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)

p.      Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)

q.      Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)

r.       Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)

s.      Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978)

 

Bapak Pramuka Indonesia.

ImageSemangat menyatukan berbagai organisasi kepanduan yang tumbuh di Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan terus berkobar. Hal itu membuat Presiden Soekarno lantas berkoordinasi dengan Pandu Agung, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Pada 20 Mei 1961 terbitlah Keppres No 238 / 1961, yang  melebur seluruh organisasi kepanduan pada satu wadah yaitu Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961, dengan penyerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan HB IX,  yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pramuka.

 

Gerakan Pramuka memang lahir dari berbagai organisasi kepanduan yang tersebar di Tanah Air. Dalam masa peralihan itu peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX sangat besar hingga Sri Sultan Hamengku Buwono IX dipercaya mendampingi perjalanan kepengurusan Gerakan Pramuka di tingkat nasional, yaitu sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka selama 4 periode untuk masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.

Kiprah Sri Sultan Hamengku Buwono dalam pembinaan Gerakan Pramuka tidak hanya di dalam negeri. Konsep-konsep pemikiran beliau tentang kepanduan atau Gerakan Pramuka mendapat sambutan yang luar biasa. Salah satunya pidato Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Konferensi Kepramukaan Se dunia tahun 1971, mendapat sambutan yang luas. Ketika itu, Sultan mengajak organisasi kepanduan terlibat dalam pembangunan masyarakat. Alhasil, pidato itu menjadi arah baru pembinaan kepanduan di seluruh dunia.

Atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kepramukaan internasional, Sri Sultan dianugerahi Bronze Wolf Award pada tahun 1974, penghargaan tertinggi World Organization of the Scout Movement. Sri Sultan merupakan warganegara Indonensia yang pertama yang memperoleh penghargaan itu. Sebelumnya tahun 1973, beliau mendapat penghargaan dari Boy Scouts of America berupa Silver World Award.

Di dalam negeri, melalui Surat Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili, Timor Timur nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka, mengukuhkan almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka. Gerakan Pramuka juga memberi penghargaan tertinggi kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX berupa Lencana Tunas kencana. Penghargaan tersebut juga diterima oleh Presiden ke-2 Republik Indonesia, almarhum H.M. Soeharto.

 

Sebagai Wakil Presiden.

Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN. Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.
<< Start < Previous 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Results 121 - 130 of 538
LAYANAN CHATTING