• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tips & Trik
Aneka Tips dan trik ala Pramuka
Prinsip Kesukarelaan Dalam Gerakan Pramuka PDF Print E-mail

 

I.       APA PRINSIP KESUKARELAAN ?

1.    Prinsip kesukarelaan adalah salah satu dari prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Gerakan Pramuka.

2.    Kesukarelaan merupakan sikap laku atau perbuatan yang bukan karena paksa atau tekanan-tekanan dan yang dilandaskan pada sifat-sifat :

a.    ketulusan hati

b.    tanpa pamrih

c.    mengutamakan kewajiban daripada hak

d.    pengabdian

e.    tanggungjawab

II.      MENGAPA PRINSIP KESUKARELAAN ?

1.      Diterapkannya prinsip kesukarelaan dalam proses pendidikan kepramukaan karena merupakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah landasan hukum organisasi Gerakan Pramuka, oleh karena itu wajib dilaksanakan dan ditaati oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.

2.      a.  Gerakan Pramuka, sebagi organisasi pendidikan non-formal, menyelenggarakan proses pendidikan dalam bentuk kegiatan untuk mengembangkan pada setiap Pramuka rasa percaya pada diri sendiri, rasa berkewajiban, rasa tanggung jawab, rasa disiplin, kecerdasan dan keterampilan, kesehatan jasmani, rohani, sehingga setiap pramuka menjadi anggota masyarakat yang berguna, yang sanggup dan mampu membaktikan diri untuk pembangunan masyarakat.

b.  Supaya proses pendidikan itu dapat masuk dengan pasti pada setiap peserta didik, maka setiap Pramuka perlu mengikuti (berpartisipasi) aktif dalam acara-acara kegiatan. Partisipasi aktif itu akan terjadi kalau tidak ada paksaaan atau tekanan. Paksaan berarti bahwa apa yang dilakukan itu bertentangan dengan keinginannya, akibatnya ia tidak berpartisipasi aktif. Oleh karena itu kesukarelaan akan merupakan sublimasi pada setiap peserta didik untuk mengikuti kegiatan dengan senang, gembira dan jauh dari rasa tertekan atau rasa terpaksa. Dengan demikian proses pendidikan itu efektif.

3.      a.  Gerakan Pramuka adalah gerakan anak/remaja/pemuda

Anak/remaja/pemuda itu bergerak dalam proses pendidikan kepramukaan yang berbentuk kegiatan-kegiatan oleh, untuk, dan dipimpin oleh mereka itu sendiri dengan tanggung jawab orang dewasa.

Gerakan proses pendidikan kepramukaan itu berhasil mencapai sasaran dan tujuannya kalau peserta proses pendidikan itu masing-masing merasakan suasana kekeluargaan yang akrab dan tertib dalam organisasi Gerakan Pramuka. Kesukarelaan merupakan faktor penting yang menentukan sikap laku baik pada anak/remaja/pemuda, maupun pada orang dewasa dalam Gerakan Pramuka, dalam hubungannya satu sama lain yang dapat menimbulkan suasana kekeluargaan yang akrab dan tertib.

b.  Orang dewasa dalam Gerakan Pramuka bertanggung jawab atas terlaksananya proses pendidikan kepramukaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh, untuk, dan dipimpin anak/remaja/pemuda. Agar kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, maka orang dewasa harus mampu memberi pengarahan yang positif terhadap anak/remaja/pemuda melaksanakan kegiatan kepramukaan yang mereka rencanakan dan laksanakan.

Prinsip kesukarelaan itu di dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan dengan maksud untuk menjamin terbukanya jiwa para Pramuka menerima pengaruh orang dewasa dalam Gerakan Pramuka.

III.    BAGAIMANA PRINSIP KESUKARELAAN DILAKSANAKAN ?

1.   Kesukarelaan harus menjadi dasar bagi seseorang untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka. Kalau seseorang itu telah menjadi anggota Pramuka, maka atas dasar kesukarelaannya itu ia ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.

2.   Seseorang itu adalah anggota Gerakan Pramuka dan mengenakan seragam Gerakan Pramuka serta menggunakan hak-haknya sebagai anggota Gerakan Pramuka, kalau :

a.   dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka dalam suatu pelantikan menjadi anggota Gerakan Pramuka.

b.   dengan sukarela mengikuti kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi persyaratan umum sebelum dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka.

c.   dengan sukarela menyatakan kesanggupannya untuk ikut membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka sebelum dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka.

3.   Kesukarelaan itu akan timbul dan berkembang pada setiap peserta didik dalam Gerakan Pramuka, kalau :

a.   peserta didik merasakan suasana kekeluargaan yang akrab, cinta kasih, keadilan, kepantasan, kesanggupan berkorban, saling membantu, saling menghormati, disiplin dalam setiap satuan Pramuka

b.   peserta didik merasa bahwa kegiatan kepramukaan itu baginya menarik, berguna bagi hidup dan penghidupannya, dihayati maksud, sasaran dan tujuannya serta dengan aspirasi, kebutuhan, situasi, dan kondisi peserta didik.

4.   Atas dasar uraian di atas tersebut, maka para pembina pramka dan semua orang dewasa harus mampu menciptakan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan kesukarelaan pada peserta proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka.

IV.    MAKSUD DAN TUJUAN KESUKARELAAN :

1.   Maksud diterapkannya prinsip kesukarelaan adalah untuk melaksanakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka.

2.   Tujuan prinsip kesukarelaan adalah agar pendidikan kepramukaan itu masuk pada setiap peserta didik, sehingga menjadi pengabdi masyarakat yang tulus hati, tanpa pamrih bertanggungjawab dan mengutamakan kewajiban daripada hak.

Write Comment (4 comments)
Bagan Struktur Organisasi Pramuka Peduli PB PDF Print E-mail

 

Image 

Kupas tentang SKK dan TKK Pramuka PDF Print E-mail

Sistem Tanda Kecakapan Pramuka merupakan salah satu penerapan sistem dari metode pendidikan kepramukaan yang bertujuan untuk  memberikan pendidikan watak kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan menantang yang disesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kegiatan peserta didik. Metode pendidikan kepramukaan ini menjadi metode ciri khas pendidikan dalam Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka menggunakan Sistem Tanda Kecakapan Pramuka yang meliputi :

1) Syarat Kecakapan Umum

2) Syarat Kecakapan Khusus

3) Syarat Pramuka Garuda

SKU, SKK, dan SPG merupakan alat/materi kegiatan pokok dalam proses pendidikan kepramukaan, yang dilaksanakan oleh peserta didik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pengetahuan, keterampilan dan adanya perubahan sikap laku peserta didik yang lebih baik.

Selanjutnya dalam rubrik ini akan membahas tentang  SKK ( Syarat Kecakapan Khusus dan TKK ( Tanda Kecakapan Khusus ).

Syarat Kecapakap Khusus ( SKK ) adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ). Sedangkan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ) adalah suatu tanda yang menunjukan ,kecakapan,  kepandaian, kemahiran, ketangkasan, dan ketrampilan seorang anggota Pramuka dibidang tertentu.

Perlu dipahami bahwa di dalam Gerakan Pramuka :

Penyelenggaraan SKK maupun Tanda gambar untuk TKK diatur berdasarkan  Surat Keputusan yang dikeluarkan Kwartir Nasional  yakni :

1.    SK Kwarnas  Nomor 132 Tahun 1979

2.    SK Kwarnas  Nomor 016 Tahun 1980

3.    SK Kwarnas  Nomor 030 Tahun 1981

4.    SK Kwarnas  pada Seluruh Satuan Karya ( Saka )

 

SKK  terbagi menjadi  5  Bidang  dengan  5  warna dasar:

1.      Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi dan Watak

2.      Bidang Patriotisme dan Seni Budaya.

3.      Bidang Ketangkasan dan Kesehatan.

4.      Bidang Ketrampilan dan Teknik Pembangunan.

5.  Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong-royong, Ketertiban Masyarakat, Perdamaian Dunia dan Lingkungan Hidup.

 

Berikut 5 bidang dengan warna dasar dan gambar Tanda Kecakapan Khusus:

 

Image

Image

Image

Image

Image

 

SKK terbagi menjadi 3 tingkatan :

1.    Golongan Siaga : satu Tingkat.

2.    Golongan Penggalang : Madya, Purwa dan Utama.

3.    Golongan Penegak/ Pandega: Madya, Purwa dan Utama.

 

Untuk penggalang, penegak dan pandega diharuskan menyelesaikan dahulu pada kecakapan SKK yang terendah yakni tingkat Madya sebelum ke tingkat berikutnya. SKK Madya, Purwa dan Utama memiliki instrument persyaratan yang berbeda dan semakin berbobot sesuai tingkatannya.

           Bentuk Bingkai dan ukuran TKK adalah sebagai berikut :      

Image

 

Penggunaan dan pemasangan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ).

1.  Peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKK mendapatkan tanda kecakapan ( TKK ).

2.  Apabila peserta didik telah menyelesaikan SKK tingkat purwa maka TKK tingkat madya yang disematkan terdahulu (Bentuk bingkai Lingkaran ) diganti dengan TKK tingkat purwa ( bentuk bingkai persegi empat  ), demikian pula apabila telah mencapai SKK tingkat Utama, TKK tingkat purwa akan digantikan dengan TKK yang tingkat Utama. Kesemuanya masih dalam satu macam SKK ( Syarat Kecakapan Umum ). Dengan demikian TKK yang dipergunakan adalah TKK yang memiliki tingkat tertinggi.

Contoh misal seorang Pramuka Penggalang telah menyelesaikan SKK berkemah dimulai dari awal tingkat Purwa – Madya dan ke Utama maka perubahan bentuk bingkai TKK seperti dibawah ini :

Image

 

Pemasangan tanda gambar atau TKK : 

TKK dipasang pada lengan kanan pakaian seragam pramuka, dengan cara penempatan gambar TKK, yaitu :

1.  Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah lengan, atau

2.  Melingkari lambang Kwartir Daerah pada posisi kanan, kiri atau bawah lambang daerah dan diatur sedemikian rupa/ simetris agar nampak rapi. Jumlah maksimal yang dipasang pada lengan baju adalah 5 macam TKK.

Berikut pemasangan pada lengan kanan pada pakaian seragam pramuka.

Image

3.  Peserta didik yang telah memiliki lebih dari 5 macam TKK maka selebihnya dapat menggunakan/ dipasang pada Tetampan/ selempang.

4.  Penggunaan Tetampan/ Selempang.

Tetampan/ selempang merupakan alat kelengkapan seragam pramuka yang dipergunakan untuk memasang TKK. Tetampan/ Selempang terbuat dari kain yang berwarna dasar coklat tua, memiliki lebar 10 cm dan panjang menyesuaikan pengguna.( tinggi badan ) serta pada kedua pinggir kain diberi pita zig-zag dengan warna :

Siaga : Berwarna hijau.

Penggalang : Berwarna merah

Penegak/ Pandega : Berwarna Kuning.

Berikut contoh Tetampan/ selempang untuk masing-masing golongan :

ImageImage

Image

5.  Tetampan/ selempang, dikenakan pada seragam pramuka menyilang pada bahu lengan kanan atas ke kiri bawah dan dapat dipakai pada acara khusus/ tertentu misal pada Upacara besar, Upacara pelantikan dll., sedangkan pada kegiatan yang bersifat rutin tidak perlu dikenakan.

Image 

Untuk tata cara menguji kecakapan peserta didik dalam menyelesaikan SKK telah diatur tersendiri dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional : Nomor : 273 Tahun 1993 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Cara Menilai Kecakapan Pramuka.

 Tentang Pemakaian TKK silahkan klik disini

Penulis : oleh Kak Gunawan Surendro

Write Comment (17 comments)
Murid Dipaksa Ikut Pramuka PDF Print E-mail

ImageTRIBUN, tolong dikonfirmasikan, ada satu SD di Pontianak yang tidak bisa menjelaskan penggunaan dana Bantian Operasional Sekolah (BOS), dan tidak ada pertanggungjawabannya.

Sekarang, murid dipaksa ikut Pramuka yang merupakan kegiatan ekstra kulikuler. Jika tidak ikut, diancam nilai PPKN akan kosong dan tidak naik kelas.

Jawab:

Tak Boleh Memaksa, Siswa Bisa Memilih

DANA Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan dana untuk melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah, bukan bantuan operasional untuk siswa.

Dana BOS dapat digunakan dalam bentuk 13 komponen, di antaranya penerimaan siswa baru, membiayai perawatan ringan, membiayai kegiatan kesiswaan, dan lain sebagainya.

Besarnya jumlah dana BOS di setiap sekolah berdasarkan jumlah siswa, dan petunjuk penggunaan dana BOS sudah jelas. Setiap sekolah memiliki petunjuk tersebut.

Seyognyanya, sekolah memang harus menginformasikan kepada orangtua murid tentang jumlah dana BOS yang diterima, baik melalui sosialisasi dengan mengumpulkan para orangtua maupun melalui pengumuman laporan penggunaan dana yang di tempel di majalah dinding sekolah. Sehingga, semua orang bisa melihat ke mana dana BOS itu digunakan.

Mengenai kegiatan ekstra kulikuler (ekskul) yang diberikan kepada siswa di sekolah, itu bukan sebuah keharusan. Siswa dapat memilih kegiatan ekskul yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Sekolah berkewajiban mensosialisasikan kegiatan ekskul kepada orangtua dan menjelaskan manfaat dari kegiatan tersebut, sehingga orangtua mendukung semua kegiatan ekskul di sekolah.

Apabila siswa tidak mengikuti kegiatan ekskul, katakanlah itu Pramuka, maka tidak boleh dihubungkan dengan nilai yang lain, baik PPKN maupun bidang studi lainnya. Jika ada penggabungan nilai antara nilai ekskul dengan nilai bidang studi, berarti nilai tersebut palsu alias bukan nilai yang sebenarnya. Dalam hal ini, kita akan melakukan pengecekan ke sekolah yang bersangkutan untuk mengetahui kebenarannya.

Jika benar terjadi hal seperti itu, kita akan minta pengawas pembina sekolah untuk mengambil tindakan dengan menegur dan mengingatkan kepala sekolah, bahwa hal yang dilakukan tidak benar.

Setiap sekolah memang memiliki pengawas pembina masing-masing yang bertugas mengawasi kegiatan yang ada di sekolah. Terimakasih.

H Mulyadi MSi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak

Sumber : Tribun Pontianak

Write Comment (4 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Software media belajar Semaphore PDF Print E-mail

Ingin belajar dan/ mengirimkan berita melalui isyarat semaphore berikut softwarenya. Ada cara untuk mengatur kecepatan pengiriman isyarat sesuai keinginan. Sebelum digunakan sebaiknya baca dulu petunjuk pemakaiannya.

Image 

ide dan pembuat : kak imbar kuncoro

DOWNLOAD DISINI

Write Comment (17 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
<< Start < Previous 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Results 181 - 189 of 555
fox.jpg
LAYANAN CHATTING