• Tema Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014 : Mantapkan Pembentukan Karakter kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi
  • Mari kita Galang aksi Pramuka Peduli berupa pelestarian alam dengan menjaga pohon pelindung di lingkungan kita
header image
Pramuka net home arrow Tips & Trik
Aneka Tips dan trik ala Pramuka
Pengurus Kwarcab Makassar Pecah PDF Print E-mail

ImageMAKASSAR, Tiga pelatih andalan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Makassar yang dipecat sepihak Ketua Kwarcab Makassar, Ibrahim Saleh, beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Sedikitnya, 80 pelatih pun memilih keluar dari kepengurusan Kwarcab lalu membentuk wadah tersendiri, yakni Ikatan Persaudaraan Pelatih Pramuka Makassar yang disingkat IP3M. Wadah ini lalu bersikap dan bulat mendukung paket Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu`mang (Sayang) di Pilgub 2013 mendatang.

"Sebenarnya, Pramuka dilarang berpolitik praktis, tapi ini kan sikap pribadi. Semua pelatih di IP3M bulat mendukung Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Kwarda Pramuka Sulsel," tegas Sekretaris IP3M, H Burhanuddin yang ditemui disela-sela acara Syawalan dan Halal Bihalal IP3M di Kompleks SMP Datuk Ribandang, Rabu 29 Agustus, siang tadi.
Burhanuddin yang kini menjabat Kepala SDI Kalukubodoa itu mengungkapkan, dia bersama dua rekan pelatihnya, yakni mantan Kepala SDI Pannampu, H Mappe Kasim dan Muh Tahir dipecat tanpa alasan yang jelas.

"Siapa yang tidak sakit hati kalau dipecat begitu saja, tanpa alasan yang jelas. Kami bertiga di pecat tanpa pemberitahuan, kami juga tidak tahu penyebabnya," kata Burhanuddin. Ditambahkan, IP3M terbentuk atas inisiatif para pelatih Pramuka di Makassar yang merupakan aksi solidaritas para pelatih yang tidak menerima pemecatan pelatih secara sepihak.

"Semua pelatih Pramuka Makassar sudah keluar dari kepengurusan Kwarcab. Mereka semua masuk dan bergabung di IP3M. Insya Allah dalam waktu dekat ini, IP3M akan dideklarasikan dan kita akan mengundang Ketua Kwarda Sulsel Syahrul Yasin Limpo," tukasnya.

Turut hadir dalam Syawalan dan Halal Bihalal IP3M tersebut diantaranya, Kepala UPTD Kecamatan Tallo, Kepala SDN Paccinang, H Said Sangkala SPd, Kepala SD, SMP dan SMA Datuk Ribandang dan sejumlah pelatih.

Haram hukumnya Pramuka berpolitik.

Menanggapi reaksi para pelatih Pramuka tersebut, Ketua Kwarcab Makassar Ibrahim Saleh yang dikonfirmasi wartawan, Rabu 29 Agustus siang tadi, menegaskan haram hukumnya Pramuka berpolitik praktis. Sebab menurut dia, Pramuka harus netral, termasuk pada pilgub mendatang.

"Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Pramuka itu kan sudah jelas. Bahwa Pramuka itu organisasi non politik, dan dilarang berpolitik praktis. Tapi kalau personnya, ya terserah mereka, itu kan hak pribadi masing-masing," kata Kepala Bappeda Makassar ini.

Ibrahim mengungkapkan, IP3M yang dibentuk pelatih "barisan sakit hati" itu ilegal, karena mereka membentuk organisasi tanpa sepengetahuan Kwarcab. "Wadah yang mereka bentuk itu ilegal," terangnya. (sms)

BERITA TERKAIT :

Pemecatan Pelatih Pramuka tak Terkait Politik

Makassar, Pemecatan tiga pelatih Pramuka tidak ada kaitannya dengan politik ataupun karena mendukung salah satu kandidat dalam pemilihan Gubernur Sulsel.

Begitu halnya dengan rencana pembentukan Ikatan Persaudaraan Pelatih Pramuka Makassar (IP3M), sama sekali tidak relevan kalau disebut bernuansa politik.

Wadah ini hanya sebagai penyalur potensi pelatih pembina Pramuka se Kota Makassar semata. Demikian diungkap Sekretaris IP3M, H Burhanuddin, Jumat 31 Agustus.

"Jadi, tidak benar kalau dikatakan saya dan semua pelatih Pramuka Makassar mendukung Syahrul Yasin Limpo dalam Pilgub 2013 mendatang. Tidak pernah saya berbicara politik, dan tidak pernah mengatakan mendukung SYL," tegasnya.

Mengenai pemecatannya sebagai Sekretaris Kwarcab Makassar, Burhanuddin mengaku bukan karena politik. Tapi perbedaan pendapat yang berujung Ketua Kwarcab marah besar, dan langsung memecat tiga pelatih pembina Pramuka.

"Saya, Pak Mappe Kasim dan Pak Tahir selalu mengingatkan Pak Ibrahim (Ketua Kwarcab, red) kalau sering bertindak diluar aturan Pramuka. Ya, mungkin tersinggung dan marah kalau sering kali diingatkan jika ada tindakannya diluar dari aturan Pramuka," tukasnya. (sms)

(Sumber : www.fajar.co.id )

Write Comment (10 comments)Tulis Pesan (0 Pesan-pesan lanjutan)
Tehnk Berceritera Pramuka Siaga PDF Print E-mail

Image1. Anak seusia Siaga mempunyai sifat-sifat suka mengkhayal, suka meniru, suka bermain.

2. Berpangkal pada sifat anak yang suka berimajinasi, maka kegiatan-kegiatan untuk Siaga harus dibungkus dengan ceritera-ceritera sederhana yang baik dan menarik.

3. Ceritera merupakan salah satu kesukaan bagi anak seusia Siaga, oleh sebab itu ceritera digunakan sebagai salah satu alat untuk mendidik.

TUJUAN DAN KEUNTUNGAN CERITERA

1. Tujuan ceritera :

a. Membentuk tabiat/berwatak luhur.

b. Menanamkan isi Dwi Satya dan Dwi Dharma.

c. Mendidik ke arah pembentukan warga-negara yang ber-Pancasila.

d. Mendidik ke arah kesehatan dan ketrampilan.

2. Keuntungan ceritera bagi anak

a. Membekali jiwa anak dengan bahan pokok bagi kesejahteraan manusia.

b. Mengembangkan daya cipta, rasa, karsa, dan karya.

c. Mengembangkan rasa keberanian dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

d. Membangunkan perhatian yang besar terhadap lingkungan hidupnya.

e. Menambah kecakapan berbahasa yang baik.

f. Menambah pengalaman.

g. Melatih anak untuk membiasakan menganalisa sesuatu persoalan.

h.Merupakan penjelasan yang nyata terhadap latar belakang kegiatan.

PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN

Tidak semua Pembina mahir berceritera, maka itu perlu adanya persiapan yang masak bagi Pembina, baik lahir maupun batinnya. Persiapan yang perlu :

1. Suka pada ceritera yang akan disampaikan.

2. Bacalah ceriterditu berulang-ulang.

3. Kuasailah nama yang terdapat dalam ceritera dan urutan ceriteranya.

4. Buatlah singkatan isi ceritera itu.

5. Pilihlah ceritera yang sesuai dengan dunia Pramuka Siaga.

6. Latihlah berceritera di depan cermin dengan segala gerak-geriknya (meragakan).

7. Ketahuilah darimana ceritera itu dimulai dan sampai dimana harus diakhiri.

8. Berceriteralah dengan tenang dan jelas (selingilah dengan macam-macam gerak dan suara).

9. Susunlah ceritera itu sedemikian, sehingga berakhir ketika mencapai puncaknya.

10. Janganlah menyampaikan maksud yang terkandung dalam ceritera itu, biarkan anak mengambil kesimpulan sendiri.

MEMILIH CERITERA :

1. Ceritera yang masih bersifat khayal, mengandung nilai baik, (positif) yang menarik.

2. Ceritera itu mengandung pendidikan dan petunjuk/nasehat.

3. Ceritera yang lucu (jenaka) sekedar untuk membuat suasana bergembira.

4. Ceritera yang dapat menghidupkan semangat meniru tindakan yang baik (positif). 5. Ceritera yang berisi contoh pelaksanaan Dwi Satya dan Dwi Dharma dalam kehidupar sehari-hari.

 

BENTUK CERITERA :

1.   Ceritera Pendek yang mungkin dalam satu waktu yang pendek selesai diceriterakan.

2.   Ceritera bersambung, yang terpaksa diputus-putusmenceriterakannya, karena ceriteranya amat panjang.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Ceritera dimulai bila anak sudah siap mendengarkan ceritera itu.

 2. Berikanlah ceritera itu pada acara sebelum upacara penutupan.

3. Jangan memberikan ceritera yang menimbulkan rasa kegelisahan, kengerian, dan ketakutan.

4. Jangan memberikan ceritera yang bersifat sedih, mengharukan.

5. Jangan memberikan ceritera yang sudah pernah didengar oleh anak.

6. Berceritera di tempat yang memenuhi syarat (bersih, tidak terganggu panas dan lain-lain).

Berceritera merupakan santapan rokhani bagi Siaga, karena itu digunakan sebagai alat pendidikan dalam Gerakan Pramuka, antara lain dalam pembentukan watak. Oleh karena itu, dalam acara kegiatan membina Siaga, berceritera perlu mendapat perhatian Pembina.

 

Write Comment (2 comments)
Komponen dan Standar pada Akreditasi Gugusdepan PDF Print E-mail

ImageGugusdepan disingkat Gudep adalah kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan kepramukaan, serta sebagai wadah pembinaan bagi anggota muda.

Gugus depan merupakan ujung tombak pendidikan kepramukaan harus mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus-menerus, baik masukan, proses pendidikan kepramukaan maupun keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada anggotanya.

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, gugus depan harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu intemal. Untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal telah dilaksanakan dengan baik dan benar, gugus depan harus diakreditasi oleh kwartir Gerakan Pramuka.

Dengan sistem penjaminan mutu yang baik dan benar, gugus depan akan mampu meningkatkan mutu, menegakkan otonomi, dan mengembangkan diri sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan dan kekuatan moral masyarakat secara berkelanjutan.

 

Akreditasi Gugusdepan mempunyai tujuan adalah sebagai berikut :

a.    Menjamin gugus depan yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang tidak memenuhi standar.

b.    Memotivasi gugus depan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.

 Selanjutnya akreditasi gugus depan adalah seluruh proses kegiatan evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen gugus depan terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program pendidikan kepramukaan yang akan dilakukan oleh Tim Asesor yang ditugaskan oleh kwartir. Untuk menentukan kelayakan gugus depan hatus menunjukkan bukti-bukti yang dipersyaratkan dalam akreditasi tersebut.

 

STANDAR AKREDITASI GUGUS DEPAN

Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar :

1. Penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi;

2. Evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan,

3. Penetapan kelayakan gugus depan untuk menyelenggarakan program-programnya; dan

4. Perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu gugus depan.

 

KOMPONEN AKREDITASI

Komponen yang akan di akreditasi di gugus depan mencakup:

1. Data keanggotaan

2. Standar Administrasi Gugus depan

3. Standar Pengelolaan Gugus depan

4. Standar Kompetensi Pembina

5. Standar Kegiatan Gugus depan

6. Standar Pencapaian SKU, SKK dan SPG

7. Standar Sarana Prasarana

8. Pengalaman Pembina mengikuti kegiatan pada Bidang

Pendidikan, Sosial dan Keagamaan

9. Penghargaan dan Prestasi

 

Deskripsi setiap komponen itu adalah sebagai berikut.

1. Data keanggotaan

Keanggotaan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda dan anggota dewasa. Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri atas Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramtika Penegak dan Pramuka Pandega. Anggota dewasa dalam gugus depan adalah anggota dewasa yang masih aktif sebagai fungsionaris dalam organisasi yaitu Pembina Pramuka dan anggota Majelis Pembimbing Gugus depan.

Gugus depan lengkap terdiri atas :

a. Pramuka Siaga yang dihimpun dalam Perindukan Siaga.

b. Perindukan Siaga terdiri atas 3-4 barung, masing-masing barung maksimum beranggotakan 6 orang Pramuka Siaga.

c. Tim Pembina Perindukan Siaga terdiri atas 1 Pembina Siaga dan 3 Pembantu Pembina Siaga.

d. Pramuka Penggalang yang dihimpun dalam Pasukan Penggalang

e. Pasukan Penggalang terdiri atas 3-4 regu, masing-masing regu beranggotakan 6-8 orang Pramuka Penggalang.

f. Tim Pembina Pasukan Penggalang terdiri atas 1 Pembina Penggalang dan 2 Pembantu Pembina Penggalang.

g. Pramuka Penegak yang dihimpun dalam Ambalan Penegak

h. Ambalan Penegak terdiri atas 12-32 orang Pramuka Penegak, dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut sangga.

i. Tim Pembina Ambalan Penegak terdiri atas 1 Pembina Penegak dan 1 Pembantu Pembina Penegak.

j. Pramuka Pandega yang dihimpun dalam Racana Pandega terdiri atas paling banyak 30 orang Pramuka Pandega dan tidak dibagi dalam kelompok kecil.

k. Tim Pembina Racana Pandega terdiri atas 1 Pembina Pandega dan Nara sumber Ahli.

 

2. Standar Administrasi Gugusdepan

Gugus depan di lingkungan Gerakan Pramuka merupakan pusat gerak dan wadah pembinaan Pramuka, oleh karena itu dukungan administrasi perlu dilaksanakan secara tertata dan tertib namun sederhana sebagai landasan penentuan arah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan serta penentuan langkah-langkah lanjutan karena terdapat unsur keterkaitan dengan administrasi kwartir.

3. Standar Pengelolaan Gugusdepan

Pengelolaan gugus depan merupakan aspek penting untuk menjamin kelancaran tugas operasional gugus depan, pelaksanaan program dan pencapaian sasaran.

4. Standar Kompetensi Pembina

Pembina, pembantu pembina adalah sumberdaya yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program pendidikan kepramukaan. Gugus depan sebagai lembaga harus dapat mengelola dan menempatkan sumberdaya pembina dan pembantu pembina sebagai komponen utama untuk menyukseskan program pendidikan kepramukaan dalam rangka mencapai visi dan misinya. Gugus depan harus mempunyai sistem pengelolaan pembina dan pembantu pembina yang lengkap sesuai dengan kebutuhan, perencanaan dan pengembangan.

5. Standar Kegiatan Gugusdepan

Standar kegiatan gugus depan merupakan bagian keglatan yang mengembangkan potensi mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sebagai SDM atau pemimpin yang berkualitas di masa datang.

6. Standar Pencapaian SKU-SKK-Syarat Pramuka Garuda

Gugusdepan harus mengembangkan sistem dan proses pembelajaran yang mencenninkan strategi untuk mencapai tujuan, melaksanakan misi dan mewujudkan visinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, gugus depan harus memfasilitasi pramuka agar bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan, sehingga mampu mengembangkan nilai-nilai profesionalisme agar dapat beradaptasi secara cepat saat memasuki dunia profesi melalui sistem pembelajaran berdasarkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

7. Standar Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan di gugus depan. Sarana dan prasarana tersebut memerlukan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran. Gugus depan harus memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan pedoman tentang sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi keberadaannya.

8. Pengalaman mengikuti kegiatan pada Bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan

Keaktifan pembina di gugus depan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kegiatan kepramukaan perlu digalakkan dalam rangka peningkatan mutu pembinaan dalam gugus depan tersebut.

9. Penghargaan dan Prestasi

Penghargaan yang diterima dan/atau prestasi yang dicapai oleh gugus depan baik yang diperoleh dari tingkat ranting, cabang, daerah, nasional maupun intemasional.

Selanjutnya hasil evaluasi ini digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja gugusdepan tersebut. Setiap gugus depan melengkapi dokumen berupa form-form yaitu instrumen portofolio yang selanjutnya di kirimkan ke kwartir Nasional. Tentang Prosedur dan tehnis akreditasi gugusdepan dan tata cara penilaian telah diatur dalam lampiran Surat keputusan Kwartir Nasional No. 203 tahun 2011.

Write Comment (28 comments)
Tata Upacara Kenaikan Tingkat Bantara-Laksana PDF Print E-mail

ImageUpacara Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pengesahan kenaikan tingkat kecakapan umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum yang berlaku. Dalam tulisan ini merupakan urutan tata upacara yang dilaksanakan pada golongan Pramuka Penegak. Yakni Pelantikan Kenaikan Tingkat dari Calon Penegak ke Penegak Bantara dan Penegak Bantara naik tingkat ke Penegak Laksana.

 

Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara

Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri Calon Penegak lainnya. Pelaksanaannya diatur sebagai berikut :

a.  Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara.

b. Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh pendamping kanan dan pendamping kiri ke hadapan Pembina Penegak.

c.Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri mengenai watak dan kecakapan calon.

d. Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya.

e. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota ambalan menghormat dipimpin oleh Pradana/Petugas.

f. Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum antara Pembina dan calon.

g. Pembina memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

h. Penyematan tanda-tanda disertai pesan seperlunya.

 i. Ucapan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penegak, dengan jalan  memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. Kemudian disusul dengan penyematan Tanda Penegak Bantara oleh calon Penegak sendiri.

j.   Penghormatan ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.

k.  Ucapan selamat dari anggota ambalan.

l.   Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai dilantik untuk kembali ke sangganya.

 

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak

Laksana dilakukan sebagai berikut :

a. Pradana atau Pembina Penegak mengumpulkan anggota ambalan.

b. Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh pendampingnya ke hadapan Pembina Penegak.

c. Pembina minta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan kecakapan yang bersangkutan.

d. Para pendamping kembali ketempat.

e.Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan antara Pembina dan Penegak Bantara yang akan naik tingkat.

 f. Sang Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebelah kanan depan Pembina Penegak. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota ambalan menghormat dipimpin Pradama atau petugas.

g. Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan.

h.Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seperlunya.

i.Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan.

j. Penegak Bantara yang naik tingkat mengulang janji Trisatya dituntun Pembina memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanannya  ditempelkan di dada kiri tepat pada jantungnya

k. Pembina memimpin doa menurut agama dan keperayaan masing-masing.

l. Ucapan selamat dari anggota ambalan.

m. Pembina menyerahkan ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara.

 

Dalam Pelantikan Penegak Bantara dan Penegak Laksana memang berbeda dengan ketika menyelenggarakan Upacara Pelantikan kenaikan tingkat pada golongan pramuka dibawahnya (Siaga dan Penggalang), terutama pada penyematan Tanda SKU yakni Pembina Penegak menyerahkan tanda SKU tersebut yang kemudian dipakai sendiri oleh calon Penegak atau Penegak Bantara yang naik tingkat ke Penegak Laksana.

Write Comment (3 comments)
Gerakan pramuka Mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa PDF Print E-mail

Peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka Tahun 2012

GERAKAN PRAMUKA

MEMPERSIAPKAN KADER PEMIMPIN BANGSA

Pengantar

Tulisan ini dipersembahkan dalam rangka peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka tahun 2012 .Sekarang usia Gerakan Pramuka sudah mencapai 51 tahun, yaitu dihitung dari tahun 1961 sampai dengan tahun 2012, ditandai dengan lahirnya keputusan presiden RI Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Telah dapat menyatukan berbagai kepanduan yang pernah ada di Republik Indonesia, melebur menjadi satu wadah yaitu Gerakan Pramuka. Presiden RI menandatangani Kepres tersebut pada tanggal 20 Mei 1961, tetapi Gerakan Pramuka diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1961, ditandai dengan penyerahan panji Gerakan Pramuka dari Presiden RI Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku kakwarnas Gerakan Pramuka.Oleh sebab itu tanggal 14 Agustus ditetapka sebagai hari jadi Pramuka.

Eksistensi Gerakan Pramuka

          Dalam usia yang ke-51 tahun. Gerakan Pramuka tetap eksis, apalagi dengan lahirnya undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, maka kedudukan Gerakan Pramuka semakin mantap. Suatu organisasi dikatakan mantap dan eksis apabila organisasi itu memiliki :

1.   Visi, misi, dan strategi

2.   Tujuan dan sasaran

3.   Program yang berorientasi kepada masyarakat

4.   Pengurus yang solid

5.   Organisasi yang terstruktur

6.   Anggota yang mendukung

7.   Dukungan masyarakat

8.   Bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan Negara

Sudah pasti bahwa Gerakan Pramuka memiliki syarat sebagai organisasi yang mantap dan eksis seperti yang diisyaratkan diatas sehingga organisasi tersebut dapat berfungs sebagai wadah untuk mencapai tujuan Pramuka melalui :

1.   Pendidikan pelatihan Pramuka

2.   Pengembangan Pramuka

3.   Pengabdian masyarakat dan orang tua

4.   Permainan yang berorientasi pada pendidikan

Amanat Presiden

          Gerakan Pramuka mendapat amanat dari Presiden RI untuk mendidik putra-putri Indonesia agar menjadi manusia dan warga Negara Republik Indonesia yang “cerdas, cakap, tangkas, trampil dan rajin, yang sehat jasmaniah dan rohaniah, yang ber-Pancasila dan setia patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia… MENJADI KADER PEMBANGUNAN…”.Begitulah amanat Presiden RI terhadap Gerakan Pramuka, sebagaimana tercantum dalam konsideran Kepres tersebut diatas.

Hasil Yang Dicapai

          Apa yang telah dicapai oleh Gerakan Pramuka selama 51 tahun dalam mengemban amanat itu? Hasil yang telah dicapai oleh Gerakan pramuka adalah cukup menggembirakan, ditinjau dari segi jumlah :

1.   Anggota muda (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega) berjumlah : 16.375.299

2.   Anggota dewasa (tenaga pendidik/Pembina) berjumlah : 536.908

3.   Gugus depan berjumlah : 275.048

4.   Kelembagaan : 33 Kwarda, 458 Kwarcab, dan 4.863 Kwaran

Organisasi dan jumlah anggota Gerakan Pramuka adalah yang terbesar didunia (sumber Kwarnas).

          Ditinjau dari segi kegiatan, maka tiada hari tanpa kegiatan, baik kegiatan local maupun kegiatan nasional  dan bahkan internasional . Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka itu adalah merupakan gerakan pendidikan non formal, dalam rangka mendidik tunas bangsa agar menjadi kader pemimpin bangsa.

Pengertian Kader

          Apakah kader pemimpin bangsa itu?Kader pemimpin bangsa adalah generasi muda sebagai tenaga inti yang bakal meneruskan kepemimpinan perjuangan bangsa, memiliki kemampuan, ketrampilan, pengalaman, mempunyai sifat kepemimpinan. Secara akronim saya membuat pengertian KADER mempunyai 5 (lima) TIF sebagai ciri kader yaitu :

1.   K = kreatif             = daya cipta

2.   A = aktif                 = giat

3.   D = dedikatif        = pengabdian

4.   E = edukatif         = pendidikan

5.   R = responsif       = cepat tanggap

Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan non formal, bukan hanya sekedar pendidikannon formal, tapi pendidikan kepramukaan yang memproses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia. Metode yag dipergunakan sangat simple, dengan biaya murah, tapi bukan murahan. Kegiatannya sederhana tidak neko-neko, tidak mengada-ada, menyenangkan dalam bentuk permainan, tapi bukan main-main. Penyelenggaraan pertemuan dan kegiatan telah teruji yaitu seperti : Pesta Siaga, Jambore, Raimuna, dilaksanakan secara rutin terjadwal dan berjenjang. Demikian juga Lomba Tingkat (LT), Perkemahan Wirakarya (PW), makin menyenangkan, bermutu.Materi kegiatan itu bersumber dari nilai pendidikan kepramukaan, yang komprehensif dan dikembangkan serta dimutahirkan seirama dengan tuntutan zaman.

Mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa

          Bagaimana Gerakan Pramuka mempersiapkan kader pemimpin bangsa? Tentunya segala kegiatan materinya bersumber dari nilai Kepramukaan dengan menggunakan metode interaktif dan progresif yang mencakup :

1.   Pengamalan kode kehormatan Pramuka, berupa janji dan ketentuan moral, yang dirumuskan dalam Dwi Satya dan Dwi Dharma bagi Pramuka Siaga, Tri Satya dan Dasa Dharma bagi Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega.

2.   Kegiatan belajar sambil melakukan, dalam hal ini pendidikan Kepramukaan bukan hanya teori saja tapi praktek yang praktis, dapat dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari.

3.   Kegiatan yang berkelompok bekerja sama, dan berkompetisi. Maksudnya adalah dari jumlah anggota 5-8 orang dikelompokkan menjadi satu kelompok dengan pembagian tugas masing-masing. Sehingga mereka antar individu dan antar kelompok dapat berproses belajar dan mengajar saling berkompetisi

4.   Kegiatan yang menantang, dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda. Melatih survival, tahan hidup, mengatasi tantangan, dan segala hambatan.

5.   Kegiatan di alam terbuka, yang dapat membuka cakrawala dan wawasan hidup melalui alam. Alam sebagai narasumber disana kita dapat belajar mendapatkan ilmu dan pengalaman dari alam bebas luas ciptaan Tuhan.

6.   Kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan, dengan menggunakan sistem among ing ngarso sungtulodo, ing madyo mangunkarso, tut wuri handayani

7.   Penghargaan tanda kecakapan, setiap manusia ingin diberi penghargaan mencapai penghargaan itu harus berprestasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur  dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG) sehingga mereka anak didik menjadi Pramuka teladan.

8.   Satuan terpisah antara putra dan putri, sesuai kodrat dan irodat putra dan putri berebda maka harus dipisah dalam melakukan kegiatan.

Dalam Gerakan Pramuka semua kegiatan mengarah untuk mencetak peserta didik menjadi pemimpin. Mereka kita didik menjadi pemimpin melalui pemimpin barung (Siaga), Pemimpin Regu (Penggalang), Pemimpin Sangga (Penegak), Pemimpin Reka (Pandega), diatas pemimpin itu masih ada pemimpin Barung utama, Pratama, Pradana yang memimpin pasukan lebih besar lagi. Para pemimpin itu memimpin dan mengatur setiap kegiatan dan jabatan itu digilir setiap saat. Sehingga seluruh anggota akan merasakan jadi pemimpin dan jadi anggota yang dipimpin. Manakala mereka telah dewasam maka mereka menjadi pemimpin masyarakat, pemimpin bangsa dan pemimpin Negara yang cakap, terampil, jujur, berakhlak mulia, memiliki jiwa Trisatya dan Dasadarma Pramuka.Mereka sebagai kader dan tokoh yang handal, jauh dari perbuatan tercela.

Perkemahan Sebagai Alat PendidikanMembentuk Kader Bangsa

          Temu giat dalam Pramuka yang memiliki daya uji dan menjadi ciri khas bagi Gerakan Pramuka yaitu kegitan PERKEMAHAN. Sepertinya kegiatan perkemaha ini PARADOKS, ditengah-tengah pergolakan zaman modern, teknologi canggih, apa manfaatnya perkemahan itu? Ternyata kegiatan perkemahan itu banyak diminati dan dilakukan oleh masyarakat modern, dengan berbagai macam motivasinya.Kita kagum kepada para jama’ah haji mereka melaksanakan ibadah haji juga dalam perkemahan, terbentang luas dan berjajajr ribuan tenda-tenda di Padang Arafah untuk menampung jutaan umat Islam menunaikan ibadah haji.

          Ada perkemahan yang hanya dilaksanakan satu hari disebut Persari dengan tidak bermalam, perkemahan ini untuk Pramuka siaga dengan metode rekreasi.Ada perkemahan Sabtu Minggu (Persami) ada juga perekamahan Jum’at Sabtu Minggu (Perjusami). Sedangkan perkemahan besar dilaksanakan dalam kegiatan Jambore, Perkemahan Bhakti, Perkemahan Wirakarya, Raimuna, Perkemahan Pramuka Peduli dalam membantu bencana alam dan sebagainya. Kegiatan Kepramukaan selalu mengarah pada pendidikan walaupun sepertinya hanya permainan saja, seperti misalnya : melacak jejak, pioneering, semapor, penggunaan dan permainan kompas, api unggun, masak memasak, baris berbaris, upacara dan sebagainya.

          Melalui kegiatan perkemahan anak didik akan mendapatkan sejumlah nilai kepramukaan dalam perkemahan itu. Perkemahan sebagai alat untuk mencapai tujuan yaitu :

1.   Sebagai alat rekreasi dan kreasi

2.   Sebagai alat pendidikan, keterampilan, kecakapan

3.   Sebagai alat instrospeksi diri

4.   Seabgai alat melatih hidup bersahaja

5.   Sebagai alat ketahan fisik dan mental/survival

6.   Sebagai alat orientasi sosial

7.   Sebagai alat mengatasi hambatan dan tantangan

8.   Sebagai alat menapak tilas sejarah nenek moyak kita

9.   Sebagai alat untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

10.   Sebagai alat persaudaraan dan perdamaian

11.   Sebagai alat memperkokoh persatuan dan kesatuan

12.   Sebagai alat untuk mandiri

13.   Sebagai alat gotong royong, kerjasama, setia kawan

14.   Sebagai alat refreshing menghilangkan kejenuhan

“Hikmah Berkemah”

1.   Kita akan menemukan hal-hal baru, yang dapat menenangkan diri

2.   Akan menemukan tata cara hidup yang berguna dari pengalaman-pengalaman selama perjalanan

3.   Dapat menghirup udara segar yang bisa menambahkan kesehatan jasmani dan rohani

4.   Dapat menyelami kehidupan rakyat kecil

5.   Dapat mengenyam kenikmatan yang luar biasa, meskipun harus hidup sederhana dialam terbuka

6.   Dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai kelanjutan dari kerjasama dan gotong royong dengan kawan-kawan seregu

7.   Dapat mengenal watak atau bakat kawan-kawan seregu, sehingga patut dijadikan renungan dan teladan

8.   Dapat meyakinkan betapa besar kekuasaan dan kasih sayang Tuhan kepada umat-Nya

Pendek kata gunakanlah perkemahan untuk mencari ilmu pengetahuan, karena ilmu akan menentukan derajat kita.”

Proses kaderisasi

Proses kaderisasi dalam Gerakan Pramuka dimulai sejak sedini mungkin yaitu dari anak usia 7 tahun sampai dengan usia 25 tahun. Mereka dibagi dalam kelompok golongan : golongan siaga (usia 7-10 tahun),golongan penggalang (usia 11-15 tahun),  golongan penegak (16-20 tahun), golongan pandega (usia 21-25 tahun). Mereka berseragam Pramuka lengkap dengan atributnya, dilengkapi tanda-tanda kecakapan sebagai hasil prestasi yang mereka raih.Dari sisi pakaian, atribut dan tanda-tanda diterapkan dalam Pramuka adalah mempunyai nilai kebanggan, motivasi, serta filosofi. Kesemuanya itu bersumber dari nilai pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka : “… membentuk setiap Pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotic, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai KADER BANGSA dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.”

          Penerapan tanda sistem kecakapan bagi peserta didik manakala mereka telah mencapai syarat prestasi dalam temu giat Pramuka.Tanda kecapakan tersebut disematkan oleh Pembina Pramuka dalam suatu Upacara pelantikan yang disaksikan oleh teman-temannya, para undangan dan orang tua peserta didik itu sendiri.“Tanda kecakapan adalah bukti yang diberikan kepada Pramuka yang telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta telah memiliki keterampilan tertentu.”

Atas Prestasi itu maka Pramuka mendapatkan tingkatan prestasi sesuai golongannya yaitu :

1.   Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata, Siaga Garuda

2.   Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap, dan Penggalang Garuda

3.   Penegak Bantara, Penegak Laksana, Penegak Garuda

4.   Pandega Reka, Pandega Garuda

Disini kita Dapat lihat bahwa puncak prestasi Pramuka adalah Pramuka Garuda yang implementasinya dapat tercermin dalam sikap perilaku sehari-hari sebagai Pramuka teladan.

          Organisasi pendukung dalam Gerakan Pramuka sebagai wahana proses kaderisasi yaitu, Satuan Karya (Saka), adalah merupakan kegiatan untuk menyalurkan bakat dan minat bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Ada pula perangkat organisasi sebagai yang disebut Dewan Kerja (Nasional, Daerah, Cabang, Ranting).Organisasi ini memberikan keleluasaan kepada Pramuka Penegak dan Pandega untuk melaksanakan kegiatan dari oleh untuk mereka dengan tetap koordinasi dengan Kwartirnya.

Penutup

          Dari hasil pengamatan, kita dapat melihat bahwa para pemimpin bangsa kita dahulu mereka aktif di Pramuka, mereka jadi pemimpin berangkat dari Pramuka. Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono berkata : “Saya aktif di Pramuka sejak saya di SD, SMP dan SMA”. Menpora Andi Malarangeng mengaku : “Saya anggota Pramuka waktu masih sekolah dulu”. Gubernur Lampung Sjahrudin ZP berkata : “Saya dahulu aktif di Pramuka”. Rasanya hampir semua pemimpin formal dan pemimpin non formal pernah mengenyam pendidikan kepramukaan.

          Jika sekarang Gerakan Pramuka mempersiapkan kader pemimpin bangsa, maka hasilnya dapat kita lihat 25 tahun kedepan.Yakni pemimpin bangsa yang berjiwa Pancasila, Trisatya dan Dasadarma Pramuka.Sekarang menjadi pemimpin regu Pramuka, esok menjadi pemimpin bangsa.Sekarang menjadi anggota Pramuka, lusa menjadi Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Lurah/Kepala Desa).

          Semoga gerakan Pramuka jaya, Indonesia Jaya.

 

Ditulis oleh : Munatsir Amin

Penulis adalah : 

1.   Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lampung Selatan masa bakti 2001-2006 sampai masa bakti 2006-2011

2.   Wakil Ketua Bidang I Bina Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung masa bakti 2011-2016

Referensi :

1.    Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka

2.    Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

3.    Pengertian kader oleh Munatsir Amin

4.    Berkemah dan tujuannya oleh MH Takijoeddin

 

Write Comment (1 comments)
<< Start < Previous 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Results 181 - 189 of 628
LAYANAN CHATTING